PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Merck Kembangkan Metode CRISPR Alternatif untuk Genome Editing

2017-05-18 22:11
Share with Twitter

- Teknologi baru meningkatkan genome editing, membuka berbagai peluang penelitian baru

Menghadirkan metode agar bakteri sistem CRISPR yang baru ditemukan bisa cepat dipakai demi mengobati penyakit tertentu

- Karya penelitian dipublikasikan jurnal bergengsiNature Communications

DARMSTADT, Jerman, 18 Mei 2017 /PRNewswire/ -- Merck, perusahaan sains dan teknologi terkemuka, telah mengembangkan perangkat genome editing terbaru yang membuat CRISPR lebih efisien, fleksibel dan spesifik, sehingga para peneliti memiliki pilihan uji coba yang lebih banyak dan mewujudkan hasil penelitian yang lebih cepat. Dengan begitu, perangkat tersebut bisa mempercepat pengembangan obat-obatan dan akses jenis pengobatan terbaru.

Merck has developed an alternative CRISPR genome editing method that advances new possibilities for research, creating a way to rapidly deploy newly discovered bacterial CRISPR systems in disease-specific applications
Merck has developed an alternative CRISPR genome editing method that advances new possibilities for research, creating a way to rapidly deploy newly discovered bacterial CRISPR systems in disease-specific applications

Teknik baru ini, disebut "proxy-CRISPR", memberikan akses terhadap bidang-bidang yang sebelumnya tak terjangkau oleh bidang genom. Kebanyakan sistem CRISPR yang paling natural, ditemukan pada bakteri, tidak dapat bekerja dalam sel-sel manusia tanpa rekayasa ulang (re-engineering). Namun, proxy-CRISPR menghadirkan metode yang cepat dan sederhana untuk meningkatkan kegunaannya tanpa perlu merekayasa ulang protein CRISPR.

Perusahaan telah mengajukan beberapa pendaftaran hak paten atas teknologi proxy-CRISPR. Pengajuan hak paten terkait proxy-CRISPR ini termasuk di antara sejumlah pendaftaran hak paten atas CRISPR yang telah diajukan perusahaan sejak tahun 2012. 

"Dengan berbagai teknologi genome editing yang lebih fleksibel dan mudah digunakan, akan ada potensi yang lebih banyak lagi bagi penelitian, bioprocessing dan novel treatment modalities," ujar Udit Batra, Anggota Dewan Direktur Merck dan CEO, Life Science. "Sebagai pemimpin bidang genome editing, teknologi terbaru dari Merck hanyalah salah satu contoh komitmen kami dalam menjawab berbagai tantangan bagi bidang genome editing, dan kami akan terus memprioritaskan penelitian CRISPR."

Penelitian Merck tentang proxy-CRISPR yang bertajuk "Targeted Activation of Diverse CRISPR-Cas Systems for Mammalian Genome Editing via Proximal CRISPR Targeting," diterbitkan Nature Communications  dalam edisi 7 April 2017. Artikel ini menjelaskan cara membuat CRISPR lebih efisien, fleksibel dan spesifik lewat pembukaan genom untuk pemotongan DNA, sehingga para peneliti memiliki pilihan yang lebih banyak lagi.

Teknologi genome editing CRISPR menggerakkan pilihan pengobatan bagi kondisi medis yang paling menantang saat ini, termasuk sejumlah penyakit kronis dan kanker. Pengobatan untuk penyakit-penyakit itu cenderung terbatas atau minim. Penggunaan CRISPR mencakup banyak hal –dari menemukan berbagai gen yang terkait dengan kanker hingga mutasi terbalik yang menyebabkan kebutaan. CRISPR mendukung genome editing dengan menggunakan enzim yang disebut Cas9 untuk memotong DNA. Namun, hal ini memiliki aspek targeting yang terbatas. Dengan demikian, Merck berfokus pada proxy-CRISPR.

Merck memiliki sejarah 14 tahun dalam bidang genome editing, dan menjadi perusahaan pertama di dunia yang menawarkan custom biomolecules bagi genome editing ((TargeTron biomolecules dan zinc finger nucleases), mendorong penggunaan teknik ini dalam komunitas riset dunia. Merck juga menjadi perusahaan pertama yang memproduksi beragam koleksi CRISPR, meliputi seluruh genom manusia, mempercepat pengobatan sejumlah penyakit dengan membantu para peneliti untuk menjajaki lebih banyak pertanyaan tentang akar penyebabnya. Merck mendukung pengembangan terapi berbasis gen dan sel serta membuat viral vectors. Pada 2016, perusahaan melansir inisiatif genome editing yang bertujuan memajukan penelitian seputar bidang ini lewat tim khusus dan berbagai sumber daya yang ditingkatkan, sehingga memperkuat komitmen perusahaan dalam bidang tersebut.

Teknologi terbaru ini merupakan tindak lanjut atas penggunaan CRISPR buatan Merck yang ada saat ini. Jajaran perangkat genome editing selanjutnya dari perusahaan bagi komunitas riset, akan dilansir pada akhir 2017 serta kelak meliputi versi terbaik dan terbaru dari Cas and Cas-like proteins.

CRISPR Epigenetic Activator (p300-Cas9) dari Merck, meningkatkan cara para ilmuwan dalam menjajaki epigenetic modification dan penyakit terkait, diakui sebagai salah satu dari 10 Inovasi Terbaik oleh The Scientist pada 2015.

Seluruh rilis berita dari Merck disebarluaskan melalui surel secara bersamaan dengan waktu penayangan rilis tersebut pada situs internet Merck. Mohon kunjungi www.merckgroup.com/subscribe untuk mendaftar secara daring, mengganti pemilihan berita atau menghentikan layanan ini.

Tentang Merck 
Merck merupakan perusahaan terkemuka di bidang layanan kesehatan, ilmu hayati dan performance materials. Sekitar 50.000 pegawai bekerja mengembangkan berbagai teknologi yang memperbaiki dan meningkatkan kehidupan – dari terapi biofarmasetika (biopharmaceutical therapies) untuk penyembuhan kanker atau multiple sclerosis, sistem tercanggih untuk riset ilmiah dan produksi komersial, hingga teknologi liquid crystals untuk ponsel canggih dan televisi layar datar (LCD). Pada 2016, Merck membukukan penjualan sebesar  €15 miliar di 66 negara.

Berdiri pada 1668, Merck adalah perusahaan farmasi dan kimia yang tertua di dunia. Keluarga pendiri perusahaan tetap menjadi pemegang saham mayoritas Merck yang terdaftar di bursa saham. Merck memegang hak atas merek dagang dan nama Merck di seluruh dunia, kecuali di Amerika Serikat dan Kanada. Di kedua negara itu, Merck beroperasi sebagai EMD Serono, MilliporeSigma dan EMD Performance Materials.

Merck has developed a new genome editing tool that makes CRISPR more efficient, flexible and specific, giving researchers more experimental options and faster results that can accelerate drug development and access to new therapies
Merck has developed a new genome editing tool that makes CRISPR more efficient, flexible and specific, giving researchers more experimental options and faster results that can accelerate drug development and access to new therapies

Foto - https://mma.prnewswire.com/media/511849/Merck_alternative_CRISPR_genome_editing_method.jpg
Info - https://mma.prnewswire.com/media/511828/proxyCRISPR_MERCK.jpg  

 

 

Berita Video Terpilih

Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami