PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Sampoerna Resmikan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Karawang dan Surabaya

2017-07-21 14:58

JAKARTA, Indonesia, 10 Juli 2017 /PRNewswire/ -- Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar. Terletak di garis khatulistiwa, kepulauan Indonesia mendapatkan banyak manfaat dari intensitas matahari dalam jumlah besar. Menurut laporan Badan Energi Internasional tahun 2015, negara ini memiliki potensi energi matahari sekitar 1.200 GW, sementara 1 GW daya saja sudah cukup menyediakan energi untuk sekitar 700.000 rumah. Namun, potensi besar ini masih belum dikembangkan dengan baik. Mengutip laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) tahun 2015, kapasitas energi surya yang saat ini dipasang di Indonesia hanya sebesar 22 MW, yang sebagian besar terdiri dari solar home system dan pabrik fotovoltaik berskala kecil.

Mengikuti langkah perusahaan induknya, Phillip Morris International (PMI), yang termasuk dalam jajaran perusahaan barang konsumsi yang berkembang pesat dan terbaik dalam upaya pelestarian lingkungannya, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) membuat kemajuan besar dalam berkontribusi terhadap kesuksesan tersebut, salah satunya adalah dengan memanfaatkan potensi tenaga surya. "Sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, Sampoerna mempunyai komitmen besar dalam mengembangkan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Komitmen ini mencakup pengurangan emisi karbon, pemanfaatan energi alternatif dan efisiensi energi," ujar President Director Sampoerna Mindaugas Trumpaitis.

Sejak tahun 2016, Sampoerna telah mulai mengembangkan sumber energi ramah lingkungan di fasilitasnya. Salah satu proyeknya adalah Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya di pabrik kami di Karawang, Jawa Barat dan Kantor Pusat Perusahaan di Surabaya, Jawa Timur. Sumber energi ramah lingkungan ini dilengkapi dengan sistem tipe on-grid. Sistem pembangkit listrik tenaga surya on-ground di Karawang dibangun untuk secara langsung memasok listrik ke lini produksi sigaret kretek mesin. Berkapasitas 449 KWp, sistem ini dapat menghasilkan listrik sebesar 609 MWH per tahun. Selain itu, panel surya atap di Surabaya menghasilkan listrik yang disalurkan ke kantor dan fasilitas produksi sigaret kretek tangan berkapasitas 63 KWp yang menghasilkan listrik sebesar 93 MWH per tahun. Perpaduan kedua sistem tersebut akan mengurangi emisi karbon Sampoerna sebesar 603.479 kg per tahun.

Proyek ini diresmikan pada bulan April 2017 yang akan disiapkan untuk pasokan jangka panjang hingga lebih dari 20 tahun ke depan. "Peresmian fasilitas panel surya kami di Karawang dan Surabaya merupakan terobosan untuk pengembangan energi terbarukan di sektor swasta. Inisiatif ini sangat penting dalam mendorong penerapan teknologi berkelanjutan baru dan upaya pendukung untuk mengurangi emisi CO2 yang menghasilkan udara yang lebih bersih bagi kita dan untuk Indonesia" ungkap Trumpaitis.

Pembangunan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan salah satu contoh terbaru dari banyak program yang akan dihadirkan. Mengatasi perubahan iklim dengan mengurangi emisi terkait bahan bakar fosil juga merupakan salah satu fokus PMI. Pada tahun 2015, PMI berhasil mencapai 24 persen hingga melampaui target 20 persennya dalam mengurangi emisi terkait bahan bakar fosil dari pengoperasian produksi. Sebagai perusahaan multinasional terkemuka yang memproduksi dan menjual produk di lebih dari 180 negara, PMI memiliki upaya pelestarian lingkungan yang kompleks dan perlu dikelola. Sekarang, kami memasang target yang lebih tinggi agar PMI dapat mencapai 30% pengurangan jejak karbon di seluruh rantai nilainya pada tahun 2020.

"Sebagai bagian dari komitmen Sampoerna bersama dengan perusahaan induk, kami telah menerapkan Program Manajemen Energi untuk menyesuaikan dan fokus pada pengurangan konsumsi energi dan jejak kaki karbon kami. Sejak beberapa tahun yang lalu, PMI telah berinvestasi dalam jumlah besar untuk program penghematan energi dengan meningkatkan sistem utilitas, pencahayaan dan pemulihan panas, serta mode tidur diam untuk mesin, dan meningkatkan kesadaran karyawan terhadap program penghematan energi. Semua ini dilakukan di lokasi tempat PMI dan Sampoerna beroperasi," rangkum Trumpaitis.

Tentang PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna)

Didirikan pada tahun 1913, Sampoerna – yang merupakan afiliasi PT Philip Morris Indonesia dan bagian dari Philip Morris International Inc. – adalah perusahaan tembakau terkemuka di Indonesia, dengan kegiatan utama berfokus pada produksi dan penjualan rokok kretek. Perusahaan memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang terkenal seperti Sampoerna A, Raja Kretek legendaris Dji Sam Soe, Sampoerna U, dan Sampoerna Kretek. Perusahaan juga mendistribusikan merek rokok Marlboro di seluruh Indonesia, melalui perjanjian distribusi jangka panjang dengan PT Philip Morris Indonesia. Sampoerna mengoperasikan tujuh pabrik di pulau Jawa dan bekerja sama dengan 38 Mitra Produksi Sigaret, dengan total tenaga kerja – langsung maupun tidak langsung – sekitar 70.000 karyawan, yang sebagian besar bekerja di lini produksi Sigaret Kretek Tangan. Sampoerna mendistribusikan produknya melalui 104 kantor area penjualan dan distribusi di seluruh Indonesia.

Sampoerna merupakan emiten berkapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. Saham Sampoerna diperdagangkan dengan kode saham "HMSP."

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:  www.sampoerna.com

Kontak Media:

Michael Reza Say
Communications Manager
PT HM Sampoerna Tbk.
Ph.           +62 21 515 1234
Fax.         +62 21 515 2234
E-mail     Michael.say@Sampoerna.com

Related stocks: Jakarta:HMSP

Berita Video Terpilih

Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami