PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Huawei Bantu Pembangunan Jaringan Kampus 100G SDN bagi KMITL asal Thailand

2017-11-10 12:06

SHENZHEN, Tiongkok, 10 November 2017 /PRNewswire/ -- King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) adalah universitas sains dan teknologi terkemuka di Thailand dan memiliki keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terbaik di antara berbagai universitas Thailand. Terletak di Bangkok, universitas ini dianggap memiliki program sarjana dalam bidang teknik yang paling bergengsi, menawarkan kurikulum yang mencakup ilmu mesin, teknik elektro, arsitektur, control, manajemen, komunikasi, kedokteran dan liberal arts.

Tak seperti kebanyakan universitas lain yang konservatif, Computer Center di KMITL selalu mengikuti tren TIK, dan dengan cermat merencanakan jaringan TIK di kampus. Mereka ingin membangun jaringan berbasis SDN yang berkinerja tinggi dan terpadu. Jaringan tersebut menyatukan berbagai fungsi pendidikan. Setelah hampir 10 bulan berkomunikasi dan membuat penyesuaian secara khusus, Huawei telah membangun solusi kampus terlengkap yang sangat cocok dengan perencanaan Computer Center KMITL.

Bagaimana jaringan kampus ini dibangun dari nol? Apa kendala yang ditemui selama proses pembangunannya? Bagaimana pula cara mengatasi kendala itu? Mari kita pelajari.

Awalnya Berselisih Paham

Bertanggung jawab atas pembangunan jaringan dan aspek O&M, pihak Computer Center di KMITL menetapkan kebutuhan tertentu menyangkut computing nodes, block storage nodes serta object storage nodes. Hal itu dibuat berdasarkan pemahaman dan ide pembangunan jaringan komputer kampus. Meski kebutuhannya sudah jelas, komunikasi harus berjalan lancar agar kesalahpahaman tak terjadi. Misalnya, pihak Computer Center bersikeras agar computing nodes bersifat terbuka dan solusi Huawei harus mendukung OpenStack. Namun, kala itu, mereka keliru memahami aspek pembangunan, skenario penggunaan teknologi dan O&M dari OpenStack dalam TIK. Dampaknya, mereka khawatir bahwa versi OpenStack yang ditawarkan vendor lain terisolasi dan bertolak belakang dengan prinsip open source.

Tim teknik KMITL selanjutnya membutuhkan distributed block storage, lengkap dengan peranti lunak open source distributed storage, Ceph. Pasalnya, block storage kebanyakan dipakai untuk menyimpan data VM. Mereka juga meminta supaya block storage terhubung dengan gateway untuk menghadirkan object storage.

Setelah beberapa kali berdiskusi secara proaktif, Huawei telah menggali kebutuhan sebenarnya yang berada di balik dan disediakan oleh solusi terbaik serta profesional. Huawei memakai FusionStorage guna mendukung kebutuhan penyimpanan data VM dan menggunakan OceanStor 9000, sistem distributed NAS untuk penyimpanan berkas. Solusi ini mudah dipasang karena mendukung protokol NFS/CIFS tanpa membutuhkan gateway. Memanfaatkan NVMe SSD sebagai cache, fitur hybrid storage dari FusionStorage dapat menghadirkan kinerja yang beberapa kali lipat lebih tinggi dari Ceph yang dijalankan dengan AFAs. OceanStor 9000 memakai distributed RAID, yang bisa meningkatkan efisiensi dan keamanan layanan informasi jika dibandingkan dengan Ceph yang memiliki triple-write redundancy. Lebih lagi, OceanStor 9000 memiliki scalability yang lebih baik dan pengendalian biaya yang lebih mudah. Akhirnya, pelanggan betul-betul yakin dengan keahlian profesional Huawei dan menerima seluruh proposal Huawei.

Keberhasilan Proyek Bergantung pada Hal-Hal Terperinci

Huawei mengkaji secara menyeluruh kebutuhan KMITL dan menawarkan berbagai solusi sesuai dengan kondisi jaringan kampus. Hal itu membuat KMITL terkesan dengan profesionalisme dan wawasan Huawei. Contohnya, KMITL menyarankan agar Huawei mengutamakan jaringan virtual berjenis location-independent karena lokasi server server yang tersebar. Huawei juga menganjurkan penggunaan konfigurasi jaringan yang otomatis. Langkah ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan moda pembangunan self-service network yang ada. Selain itu, KMITL mewajibkan pemeriksaan aspek keamanan secara mendalam serta lalu lintas jaringan dapat diarahkan ke security resource pool berdasarkan kebutuhan. Tahap tersebut bertujuan menjamin akses keamanan ke jaringan virtual. 

Solusi akhir dari Huawei benar-benar memenuhi kebutuhan KMITL. Alat software-defined agile switches buatan Huawei mendukung pembangunan solusi yang khusus. Solusi ini menggunakan open platform vendor-independent serta mendukung beragam layanan penyimpanan, dan mengurangi biaya investasi. Selain itu, perangkat tersebut juga mendukung pengelolaan yang heterogen dan menyatu, sehingga menurunkan biaya O&M.

Bagaimana Jaringan Kampus KMITL Terkini?

Setelah proses pengembangan selama berbulan-bulan, Huawei membantu KMITL dalam mewujudkan rencana dan ide-ide tahap awal.

Kini, jaringan kampus KMITL terdiri atas jaringan kampus, jaringan pusat data dan jaringan RND. Dalam struktur organisasi jaringan kampus, ada berbagai jaringan milik sejumlah lembaga yang terhubung atau terisolasi berdasarkan kebutuhan layanan. Dalam model network service, setiap jaringan virtual membentuk security domain yang independen berdasarkan KMITL NG Campus, yang menyatukan physical bearer network. Jaringan virtual terisolasi dari satu dengan yang lain, dan pengendalian keamanan diterapkan oleh kelompok keamanan di dalam jaringan virtual.

Dalam arsitektur jaringan kampus virtual, KMITL membangun jaringan kampus virtual berbasis SDN dan menggunakan arsitektur jaringan VXLAN supaya dapat memasang jaringan kampus dan DC secara bersamaan, serta menghadirkan network service jaringan virtual kampus. Berkat jaringan kampus, berbagai staf dan mahasiswa dapat memanfaatkan 100G non-blocking forwarding, ukuran bandwidth yang lebih besar dan keamanan terbaik yang disediakan jaringan kampus. Lebih lagi, pengalaman pengguna juga lebih baik karena konvergensi in-depth wired dan nirkabel. Di samping itu, layer-by-layer security isolation dari jaringan virtual terhadap firewall lalu diteruskan ke kelompok sistem keamanan demi menjamin keamanan jaringan.

KMITL juga menemui kendala dalam memutuskan ruang penyimpanan peralatan. Ruang yang ada sudah terlalu tua, dan jika direnovasi akan terlalu sulit. Meski demikian, pembangunan ruang peralatan baru pada lahan KMITL akan membutuhkan biaya signifikan, baik untuk tenaga kerja dan waktu. Untuk itu, KMITL membutuhkan pusat data berbasis kontainer. Fasilitas ini hanya sedikit membutuhkan ruang dan mudah dipasang. Peralatan tersebut juga dapat mewadahi seluruh fasilitas yang dibutuhkan, termasuk suplai listrik, sistem pendingin, lemari, kabel-kabel, alat pemadam kebakaran, alat pelindung petir dan perangkat pemantauan. Solusi pusat data berbasis kontainer ini dapat memenuhi kebutuhan komputasi data pendidikan yang dibutuhkan universitas, tanpa mengubah kondisi lahan. Solusi Prefabricated All-in-One Data Center Huawei sangat memenuhi kebutuhan KMITL.

Berselisih paham menjadi sesuatu yang tak dapat dihindari dalam sebuah kerja sama. Untungnya, Huawei dapat mempertimbangkan cara pembangunan jaringan kampus agar memenuhi kebutuhan layanan dari pandangan KMITL. Lewat kerja sama KMITL dan Huawei dan komunikasi yang menyeluruh, solusi ini mampu terbangun dan membawa beberapa manfaat berikut bagi KMIT:

  1. Teknolog TIK yang terdepan di industri, seperti 100G dan SDN, akan memantapkan posisi KMITL, mengungguli sejumlah universitas lain di Thailand.
  2. Dukungan jaringan fisik yang terpadu mendukung virtualisasi untuk membagikan sumber daya dan mengisolasi layanan dari departemen yang berbeda-beda.
  3. Setelah education cloud platform terbangun, layanan cloud akan disewakan kepada berbagai departemen di KMITL dan universitas lain.

Jaringan kampus 100G SDN milik KMITL menjadi standar baru dalam pembangunan sistem TI di universitas serta menjadi bukti high-end 100G SDN serta pusat data cloud untuk industri pendidikan, tidak hanya di Thailand namun di seluruh dunia.

Hingga kini, ada 197 perusahaan dalam daftar Fortune Global 500 dan 45 dari antara 100 perusahaan top tersebut yang memilih Huawei sebagai mitra kerja dalam transformasi digital. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang kiprah Huawei membantu berbagai transformasi digital berbagai perusahaan, mohon mengunjungi

http://e.huawei.com/topic/leading-new-ict-en/index.html?utm_campaign=lni17-minisiteen&utm_medium=hwdc&utm_source=ebghome-en&source=eebghq175155l

 

Berita Video Terpilih

Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami