omniture
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Mayoritas CIO Asia Terkena Dampak Digital 2016

2016-10-26 18:46
-TI terdistribusi (Distributed IT), Shadow IT dan risiko keamanan data adalah isu besar yang dihadapi bisnis-bisnis se-Asia dan seluruh dunia dalam merespon ancaman dari para penantang digital.

SINGAPURA, 26 Oktober 2016 /PRNewswire/ -- Bisnis di seluruh Asia tengah menghadapi ancaman yang datang dari para penantang digital seperti Uber dan Airbnb, tren baru yang membuat kewalahan para CIO (Chief Information Officer atau Direktur TI). Hal itu dikemukakan pada sebuah studi yang dilakukan oleh Logicalis (www.logicalis.com), penyedia solusi TI dan layanan TI terkelola internasional.

Survey Gobal CIO Logicalis 2016 melakukan polling terhadap 101 CIO di Asia dan 708 CIO mancanegara dan didapat hasil bahwa transformasi bisnis digital sedang berjalan pesat,  dengan 80% perusahaan di Asia sudah terdigitalisasi pada batas tertentu. Angka ini sedikit lebih tinggi dan tidak terlalu jauh berbeda dengan temuan global, yakni 73% perusahaan yang sudah terdigitalisasi. Secara keseluruhan, survey tersebut menemukan bahwa adopsi digital menegaskan bell curve inovasi sebagai berikut:

  • The digitally enabled innovators, or digital disrupters, menyumbang 6% bisnis di Asia (7% di dunia).
  • Pengadopsi awal menutup 21% bisnis di Asia (22% di dunia).
  • Mayoritas awal menyumbang 53% firma di Asia (45% di dunia), sementara yang 20% (22% secara global) jatuh pada mayoritas akhir

"Hasil ini menunjukkan dengan jelas bahwa transformasi digital sudah memberi dampak besar pada organisasi dan kami melihat keputusan TI semakin terdistribusi ke seluruh lini bisnis daripada terpusat di TI saja. CIO akan harus bekerja lebih dekat dengan pegawai lini bisnis, yang sekarang sudah lebih cakap teknologi, untuk mengendalikan inovasi dan memberikan hasil usaha yang lebih baik," ucap James Tay, CEO Logicalis Asia.

"Pada waktunya, kami melihat TI menjadi penyedia jasa internal dan peramu digital. CIO di Asia telah menunjukkan bahwa mereka telah mempersiapkan diri sebagaimana halnya rekan-rekan mereka di seluruh dunia, untuk menyambut transformasi dan membentuk ulang peran mereka."

Tantangan Besar bagi CIO

Lingkungan yang berubah pesat jelas memberikan tantangan yang besar bagi para CIO, demikian survey membuktikan. CIO contohnya, lebih sedikit melakukan pengawasan terhadap TI daripada sebelumnya - 41% (40% secara global) mengatakan bahwa mereka membuat 50% keputusan bahkan kurang.

CIO juga menghadapi ancaman lini bisnis teknologi pembelian tanpa melibatkan TI sama sekali. Proporsi terjadinya hal ini dilaporkan sangat sering atau seringkali terjadi pada sepertiga atau 37% CIO di Asia (39% di dunia).

TI Terdistribusi dan Departemen 'Shadow IT'

 Salah satu akibat dari kurangnya pengawasan adalah pengalihan dari TI yang terpusat, menyebabkan lebih banyak CIO sekarang beroperasi di lingkungan TI 'terdistribusi'. Desentralisasi TI ini, sebagai kepanjangan alamiah dari TI 'bayangan' (shadow IT) tidak lagi dipandang subversif, meski demikian, sebaliknya dipandang sebagai elemen yang positif dan esensial dalam transformasi digital.

Sebagai contoh, meskipun mayoritas CIO Asia yakni 84%nya, hampir sama dengan CIO global yakni 83%nya, melaporkan bahwa departemen lini bisnis sekarang merekrut orang-orang TI yang perannya ialah mendukung bisnis berfungsi spesifik seperti layanan perangkat lunak (software), aplikasi dan layanan awan (cloud) - departemen TI bayangan - CIO tampak merasa puas bekerja dengan mereka. Sekitar seperlima atau 21% (22% secara global) CIO bekerja dengan 'departemen IT bayangan' setiap harinya dan 43% melakukannya secara mingguan, dibanding dengan 41% CIO global.

Tantangan Keamanan

Kombinasi antara IoT, TI terdistribusi dan fungsi aplikasi yang semakin menembus ke dalam inti bisnis, bersamaan dengan medan ancaman yang terus berkembang, bila semuanya digabungkan akan menjadi badai keamanan yang sempurna.

Akibatnya, tiga perempat atau 72% CIO Asia yang disurvey (78% di dunia) mengungkapkan bahwa keamanan merupakan tantangan terbesar yang disebabkan penggunaan layanan awan yang semakin meningkat. Isu lainnya seperti kedaulatan data (37% di Asia; 47% di dunia) dan peraturan data setempat (26% di Asia, 37% di dunia), masuk diantara 6 kekhawatiran teratas CIO.

Terkait isu keamanan ini, 52% CIO di Asia (61% di dunia) meramalkan prevalensi meningkatnya kecanggihan ancaman akan menjadi isu nomor satu untuk 12 bulan ke depan. Sedangkan isu seperti ransomware dan pemerasan perusahaan menjadi sorotan dua pertiga (63%) CIO, dan 56% CIO global.

Mencari pertolongan dari luar

Beragamnya isu yang dihadapai CIO di Asia sebagai hasil transformasi digital menunjukkan bahwa tekanan untuk melepas manajemen teknologi sehari-hari, untuk fokus pada strategi dan membentuk ulang kerangka departemen TI sebagai penyedia layanan internal, jauh lebih besar dari tekanan yang pernah ada.

Untuk merespon hal itu, CIO semakin meningkatkan usaha mencari layanan TI yang dikendalikan dan dijalankan mitra usaha. Tahun ini, sekitar seperempat (21%) CIO di Asia (24% dunia) meng-outsource sebagian besar TI mereka (lebih dari 50%). Sementara angka CIO yang tidak meng-outsource atau hanya 10% dari TI mereka telah menurun secara dramatis, yakni ke angka 7% (9% global) tahun ini dari angka 29% (13% global) pada 2015, dan 9% (19% global) tahun ini dari angka 14% (26% global) 2015.

"Dengan pesatnya inovasi digital, pemenangnya adalah mereka yang mampu menciptakan pengalaman baru bagi konsumen dan mampu membuat keputusan dengan lebih cepat dan lebih baik melalui kolaborasi pintar. Mereka juga akan dapat memperbesar skala organisasi mereka dengan menciptakan model bisnis digital dan aliran pendapatan yang baru dengan aman," ungkap Tn. Tay.

"CIO dan Pimpinan TI harus bisa memainkan peran sebagai pemimpin yang memungkinkan inovasi itu, menarik keahlian dari mitra yang ilhami untuk membantu pembentukan bisnis mereka, dan memimpin sektor melalui penggunaan teknologi digital. Logicalis secara aktif melibatkan klien dalam perjalanan transformasi digital mereka, sehingga hasil bisnis yang benar-benar nyata bisa diraih dalam lingkungan bisnis dan teknologi yang selalu berubah secara konstan."

TENTANG LOGICALIS

Logicalis ialah penyedia solusi multi-ahli internasional yang menyediakan layanan digital enablement untuk menolong pelanggan memanfaatkan teknologi digital dan layanan inovatif agar mendapatkan hasil bisnis yang maksimal.

Pelanggan kami melintasi bidang industri dan kawasan geografis; dan kami fokus untuk terlibat secara aktif dalam dinamika pasar vertikal pelanggan kami; termasuk layanan keuangan, TMT (telekomunikasi, media dan teknologipendidikan, layanan kesehatan, ritel, pemerintah, manufaktur dan layanan profesional, dan memanfaatkan keahlian 4.000 pegawai kami dalam memodernkan pilar digital inti; layanan pusat data dan cloud, infrastruktur keamanan dan jaringan, komunikasi dan kolaborasi ruang kerja, strategi data dan informasi, dan modernisasi operasional TI.

Kami adalah advocate bagi pelanggan kami untuk beberapa perusahaan teknologi terkemuka di dunia seperti Cisco, HPE, IBM, CA Technologies, NetApp, Microsoft, Oracle, VMware dan ServiceNow.

Grup Logicalis telah memperoleh pendapatan tahunan sebanyak lebih dari $1,5 milyar dari operasinya di Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin dan Asia Pasifik. Merupakan divisi dari Datatec Limited, terdaftar di Bursa Efek Johannesburg dan pasar AIM LSE, dengan pendapatan lebih dari $6,5 milyar.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.logicalis.com.

Untuk rilis berita, hubungi

Arcis Communications (Singapura)
Atas nama Logicalis Singapore

Nadia Chand                                     Raymond Tan
Account Manager                                Account Director
+65 6274 3283 / +65 9850 4957           +65 6274 3283 / +65 9673 9029
nadia@arciscommunications.com        raymond@arciscommunications.com     

Logo - http://photos.prnasia.com/prnh/20140117/8521400289LOGO

Berita Video Terpilih

Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami