omniture
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Huawei Bantu Raksasa Asuransi Tiongkok CPIC Memimpin Pasar dalam Era Digital

2017-11-23 12:53

"Bagi banyak perusahaan jasa keuangan konvensional, digitalisasi bukan hanya label atau tren, namun aspek utama yang penting dalam keberlanjutan bisnis jangka panjang. Strategi digital CPIC bertujuan melakukan inovasi terhadap model bisnisnya dengan memanfaatkan keunggulan teknis. CPIC secara pasti berjalan menuju transformasi digital, dan kami terus bekerja sama dengan Huawei guna menghadirkan layanan asuransi yang nyaman dan bermutu tinggi bagi para konsumen."

-- Yang Xiaoling
Vice President and Chief Digital Office, CPIC

SHENZHEN, Tiongkok, 23 November 2017 /PRNewswire/ -- Mirip seperti banyak garasi yang menjadi tempat perusahaan teknologi dirintis, kafe di London bisa dianggap sebagai titik permulaan industri asuransi modern. Lloyd's Coffee House, di dekat Sungai Thames, menjadi wadah berkumpulnya para pelaut, pedagang dan pemilik kapal untuk mengulas berbagai hal penting bagi komunitas itu, termasuk jual-beli kapal, perdagangan luar negeri dan pembentukan balai lelang untuk asuransi, yang kelak menjelma Lloyd's of London. Dari timbunan emas yang digunakan para firaun di Mesir saat memasuki alam baka dan dana cadangan bagi bencana alam semasa Babilonia kuno, hingga mekanisme asuransi modern, industri ini terus berevolusi bersama manusia demi memenuhi kebutuhan setiap orang akan keamanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat pendapatan yang lebih tinggi telah meningkatkan standar kehidupan banyak orang. Salah satu hasil dari fenomena ini adalah keputusan membeli asuransi sebagai cara mengelola risiko. Meski begitu, rumitnya produk asuransi dengan mudah menyurutkan minat konsumen baru untuk membeli asuransi. Lebih lagi, metode pemasaran asuransi, seperti menawari produk lewat telepon, telemarketing dan promosi dengan bertatap muka, tidak mengikuti perkembangan Internet yang pesat. Banyak orang yang tak lagi sekadar terobsesi dengan klausul asuransi – mereka lebih berkeinginan membayar untuk kesempatan menjalani gaya hidup yang ideal. Maka itu, industri asuransi pada masa depan akan menghadapi lebih banyak long-tail customers serta harus mengurusi kebutuhan dan kustomisasi produk secara individual yang berbasis skenario tertentu. Didorong beragam aspek dalam pasar saat ini, banyak perusahaan asuransi konvensional yang membutuhkan restrukturisasi dalam pendekatan operasional, mengacu pada perilaku konsumen saat ini serta memperbarui model bisnis untuk mewujudkan inovasi yang lebih banyak lagi. Dengan demikian, mereka memiliki posisi untuk menghadirkan layanan asuransi yang canggih dan terpadu bagi para konsumen. Hal itu dilakukan pada seluruh kanal pemasaran, dari konsultasi hingga pembelian, pengajuan klaim asuransi hingga pembaruan.

Sejumlah tantangan yang dihadapi industri asuransi pada umumnya ialah berasal dari desakan perusahaan rintisan Internet yang membuka kanal penjualan dan pemasaran terbaru. Biaya operasional dan efisiensi yang meningkat selalu menjadi topik hangat, dilatarbelakangi oleh total pertumbuhan omzet secara tahunan. Perusahaan asuransi konvensional ingin menempuh cara yang lebih ideal agar mampu bertahan.

Penjajakan dan Terobosan: CPIC Bermitra dengan Huawei guna Mengedepankan Digitalisasi

China Pacific Insurance (Group) Co., Ltd. ("CPIC") merupakan perusahaan yang terdaftar dalam peringkat Fortune Global 500. Berdiri pada 1991, CPIC telah berkembang menjadi perusahaan asuransi terpadu, dengan serangkaian produk asuransi jiwa, properti dan kerugian, pensiun, asuransi kesehatan dan pertanian serta manajemen investasi. Berkantor pusat di Shanghai, CPIC memiliki 5.400 kantor cabang dan tenaga kerja sebanyak lebih dari 90.000 orang. CPIC menyediakan solusi asuransi risiko ke lebih dari 100 juta konsumen lewat jaringan pemasaran nasional dan beragam platform layanan.

Dengan tren Internet seluler yang berkembang cepat, CPIC terus menjajaki berbagai teknologi baru agar bisa meningkatkan kegiatan bisnis dan layanan pelanggan, serta pada 2017, CPIC mengumumkan strategi 'Digital CPIC'. Inti dari strategi ini meliputi fokus pada transformasi yang mengutamakan kebutuhan konsumen. Hal tersebut ditempuh dengan menghadirkan produk dan layanan berdasarkan data konsumen; mengembangkan berbagai aplikasi klien lewat mesin teknologi termutakhir; membentuk wadah berbagi wawasan bisnis dan manajemen untuk menghasilkan perangkat, paradigma dan sektor baru. CPIC berkomitmen menerapkan strategi 'Digital CPIC' ini dengan segera dan mempercepat transformasi digital yang menganut Internet serta menggabungkan berbagai teknologi terbaru dalam sektor jasa keuangan. 

Huawei merupakan raksasa teknologi tinggi dengan keunggulan yang tak tertandingi. Huawei tak pernah berhenti meneliti, mengembangkan dan menjajaki berbagai teknologi terbaru. Sebagai pemimpin industri dalam hal litbang dan teknologi tercanggih pada cloud computing, Big Data dan konvergensi komunikasi, Huawei memiliki fokus usaha yang serupa dengan CPIC, yakni bertekad memberdayakan transformasi digital di berbagai industri.

Dengan filosofi pengembangan serupa dan tujuan untuk menyajikan layanan yang lebih baik kepada konsumen, CPIC dan Huawei meneken perjanjian kerja sama strategis pada September 2014. Selanjutnya, kedua perusahaan telah mendirikan laboratorium penerapan teknologi agar sama-sama menjajaki bagaimana teknologi TIK dapat dipakai dalam bisnis asuransi.

Sesuai dengan perjanjian kerja sama strategis, para eksekutif dari kedua perusahaa sering berinteraksi dan berkomunikasi. Pada Juni 2017, Kong Qingwei, Chairman, CPIC dan Pendiri Huawei Ren Zhengfei bertemu di Shenzhen, Tiongkok dan dua bulan berikutnya, kembali bertemu di Shanghai. Kedua pihak telah menyatakan minatnya untuk memanfaatkan laboratorium bersama ini demi mewujudkan potensi dari gabungan keunggulan kedua perusahaan. CPIC dan Huawei sama-sama bertujuan memberi layanan asuransi selengkapnya kepada para konsumen dan memimpin masa pertumbuhan mendatang dalam industri asuransi.

Layanan Omni-channel Digital: Strategi 'Digital CPIC'

Tak seperti makanan, pakaian atau rumah, asuransi bukanlah menjadi kebutuhan dasar dalam kehidupan seseorang. Itu sebabnya, industri asuransi kerap menemui berbagai tantangan pemasaran produk. Taktik pemasaran umumnya bergantung pada rekomendasi pribadi dan promosi dari pintu-ke-pintu – keduanya tidak efisien dan hanya cocok untuk pembelian yang terjadi satu kali saja (one-time purchase). Meski demikian, dalam era cloud computing dan Big Data, industri asuransi pada dasarnya memiliki keunggulan data, sebab sekarang memungkinkan kita untuk menghimpun dan mengkaji data bisnis, informasi konsumen dan media secara lebih baik dari masa sebelumnya. Alhasil, perusahaan dapat lebih akurat menyasar konsumen potensial dan menemukan beragam peluang berdasarkan segmen pasar atau kanal pemasaran. Dengan demikian, inovasi produk dan data yang lebih baik dapat tersaji guna mengungkap dinamika pasar asuransi. Persaingan pasar menjadi lebih sengit ketika berbagai perusahaan asuransi mau merumuskan kembali model bisnis dan pola layanannya.

Pada 2016, CPIC dan Huawei meresmikan solusi keuangan dan asuransi yang dibangun berdasarkan infrastruktur TI dan platform Big Data. CPIC dengan cepat membentuk sistem pemrosesan 'Customer Data ATM' untuk menghimpun dan mengkaji ratusan juta poin data konsumen, termasuk usia, pendidikan, pendapatan, keluarga dan sejarah pembelian produk asuransi. Berdasarkan hasilnya, aplikasi front-end business kini disempurnakan supaya bisa menghadirkan data konsumen secara individual, hanya dalam satu klik. Sistem ini mendukung 4.000 nodes dan menyajikan data tentang kebutuhan konsumen secara khusus dan solusi asuransinya. 

Pada masa sebelumnya, ketika layanan untuk nasabah asuransi yang disasar perlu dihentikan sejenak, kelompok konsumen sasaran itu harus dipilih dan ditarik dari bank data secara manual. Pendekatan ini tidak efisien, menghabiskan waktu dan memiliki keterbatasan karena kemampuan konkurensi sistem yang sedikit. Staf layanan konsumen sering kali tak bisa memenuhi kebutuhan potensial dari konsumen dalam waktu singkat. Kini, CPIC tampil beda dengan memakai teknologi bank data tipe open source Solr dan Spark. Kedua teknologi itu memberi pengolahan kelompok data secara seketika untuk pengajuan asuransi, dengan rata-rata waktu respon selama 3 detik. Sistem layanan konsumen CPIC dibangun berdasarkan platform ini agar mendukung pencarian kata kunci yang multi-level, multi-dimensional sehingga mewujudkan 'hasil instan dan penyajian data dua tahap.' Teknologi bank data terbaru itu menghasilkan transisi ke layanan asuransi yang lebih cerdas.

Selain itu, CPIC memakai solusi Enterprise Cloud dari Huawei untuk mengoptimalkan dan memperbarui fasilitas enterprise cloud­. Sebuah arsitektur hyper-converged terbaru yang menerapkan Software-Defined Storage (SDS), telah meningkatkan waktu respon dalam sistem aplikasi CPIC secara signifikan. Lebih lagi, demi memenuhi peningkatan dalam akses konkuren oleh konsumen baru, CPIC dan Huawei telah merancang dan menguji solusi Software-Defined Networking (SDN) untuk jaringan pusat datanya dengan hasil yang baik.

Selama 2017, CPIC dan Huawei terus memperluas kerja samanya dalam berbagai bidang, termasuk pusat data dan pembangunan enterprise cloud, Big Data dan Kecerdasan Buatan (AI), serta keamanan digital. Kedua perusahaan bekerja sama mempromosikan pembangunan infrastruktur cloud data center CPIC, membuat berbagai aplikasi industri yang inovatif, dan meningkatkan keamanan digital. CPIC dan Huawei sama-sama bermaksud menjajaki dan meneliti berbagai inovasi untuk 'CPIC cloud', 'smart customer services' dan 'digital risk control.' Semuanya turut membantu percepatan transformasi digital CPIC.

"Bagi perusahaan jasa keuangan konvensional, digitalisasi bukanlah sebuah label atau tren, namun aspek utama yang penting dalam keberlanjutan jangka panjang perusahaan," ujar Yang Xiaoling, Vice President and Chief Digital Officer, CPIC. "Strategi digital CPIC bertujuan melakukan inovasi terhadap model bisnisnya dengan memanfaatkan keunggulan teknis. CPIC secara pasti berjalan menuju transformasi digital, dan kami terus bekerja sama dengan Huawei guna menghadirkan layanan asuransi yang nyaman dan bermutu tinggi bagi para konsumen."

Dalam beberapa tahun terakhir, Huawei telah mencatatkan pertumbuhan pesat dalam pendapatan di pasar jasa keuangan Tiongkok, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang melampaui 90 persen. Berbagai produk dan layanan Huawei tengah digunakan oleh banyak pelanggan dalam industri asuransi untuk mewujudkan tujuan transformasi digital. Pada masa mendatang, Huawei akan memanfaatkan visi masa depanya dalam industri teknologi. Hal itu dilakukan untuk menghadirkan wawasan strategis kepada pelanggan dari kalangan industri jasa keuangan agar mereka dapat mewujudkan transformasi digital dan terus mendukung transformasi industri jasa keuangan secara keseluruhan.

Hingga kini, ada 197 perusahaan dalam daftar Fortune Global 500 dan 45 dari 100 perusahaan top, telah memilih Huawei sebagai mitra kerja dalam transformasi digital. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang kiprah Huawei mewujudkan transformasi digital perusahaan, mohon mengunjungi

http://e.huawei.com/topic/leading-new-ict-en/index.html?utm_campaign=lni17-minisiteen&utm_medium=hwdc&utm_source=ebghome-en&source=eebghq175155l

Berita Video Terpilih

Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami