omniture
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Harvard University Graduate School of Design dan AECOM buka Southeast Asia Design Studio di Manila, soroti hunian masa depan

2018-02-20 13:14
-Program tersebut menguji pendekatan baru terhadap masalah endemik, dengan mengilhami gagasan baru untuk desain yang lebih baik bagi ketahanan, kelestarian dan kelayakan huni pada abad 21

MANILA, Filipina, 20 Februari, 2018 /PRNewswire/ -- AECOM, perusahaan infrastruktur premium yang terintegrasi penuh, bersama Harvard University Graduate School of Design (GSD), hari ini meluncurkan program "Manila: Future Habitations" di forum publik yang dihadiri 300 lebih peserta, termasuk pejabat senior pemerintah Filipina, kalangan bisnis, media, warga sipil dan pemangku kepentingan komunitas.

Program tersebut merupakan bagian terakhir dari tiga seri program mengenai kota besar di Asia Tenggara, setelah Jakarta dan Kuala Lumpur. Ini juga merupakan tahun keenam kolaborasi untuk memperkenalkan para siswa terbaik di GSD pada tantangan dan peluang di sektor tata kota akibat pertumbuhan ekstra cepat di seluruh kota di Asia. 

Sebuah inisiatif penelitian yang penting di salah satu lingkungan perkotaan paling menantang di dunia

"Kawasan Greater Metro Manila yang kontemporer, dengan populasi lebih dari 25 juta jiwa, sejauh ini merupakan kota terbesar dalam tiga seri program kami mengenai Asia Tenggara. Bisa dikatakan kawasan ini paling rumit, dengan keberagaman status ekonomi dan strata sosial yang ekstrim. Meski demikian, penduduk kawasan ini menghadapi berbagai tantangan yang bersifat universal seperti mobilitas, ekologi dan konektivitas yang mutakhir," kata Mohsen Mostafavi, Dekan, Harvard Graduate School of Design dan Alexander and Victoria Wiley Professor di bidang desain. "Sejarah Manila yang menakjubkan dan karakteristik uniknya telah menciptakan salah satu skenario kota paling menantang, tapi juga menjanjikan, di seluruh dunia. Area kajiannya pun sungguh-sungguh menarik dan istimewa."

"Tantangan Manila bisa jadi terasa mendasar, tapi peluang paling penting justru hadir berupa ekonomi yang kuat, bahkan tertinggi di dunia selama hampir satu dekade. Peluang lain ada pada harapan warga untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka di kota. Kerja sama kami dengan Harvard Graduate School of Design bertujuan untuk memperkenalkan para siswa terbaik dan pemangku kepentingan pada berbagai kota paling dinamis di kawasan. Hal ini kami lakukan karena kami yakin, apa yang bisa kita bayangkan bersama, bisa kita wujudkan bersama," kata Sean Chiao, President, AECOM, Asia Pasifik.

Area fokus Manila Studio 2018 termasuk Area Pelabuhan Manila Tengah; kawasan BASECO yang letaknya berdampingan, sekaligus salah satu yang paling kurang beruntung dalam hal ekonomi; komunitas pedagang yang tak terhubung di Binondo dan Tondo, sebelah utara Sungai Pasig; dan di sebelah selatan sungai tersebut, jantung kawasan bersejarah Manila, kota tua Spanyol yang dikelilingi tembok, Intramuros. Bersama-sama, area kajian tersebut memiliki kondisi unik berupa mikrokos         mos, kondisi ekstrim yang terjadi di seluruh kawasan Greater Metro Manila. 

Membayangkan dan merancang ulang Manila yang lebih baik

Eksplorasi akademis selama enam bulan di Manila Studio 2018 dilakukan untuk menjawab pertanyaan penting: Bagaimana agar semua kendala yang dihadapi Manila sekarang justru dilihat sebagai peluang? Bagaimana agar setiap tantangan dapat menghadirkan solusi jangka panjang yang akan menampung seluruh kota ke dalam tata kota yang terpadu?

Badan Intramuros Administration, lembaga pemerintah Filipina yang ditugaskan untuk mengelola kawasan bersejarah tersebut, bekerja sama dengan Harvard Graduate School of Design dan AECOM untuk mensponsori forum publik hari ini dan proyek riset Manila Studio. "Kami berterima kasih kepada Harvard University Graduate School of Design dan AECOM yang telah memilih Manila sebagai kota fokus bagi tahun terakhir program Southeast Asia Studio mereka. Kami tahu Harvard GSD dan AECOM berkomitmen untuk memastikan keunikan kota tetap otentik, dan kami berharap mendapatkan berbagai masukan baru seiring dengan langkah kami menyusun rencana untuk kota," kata Guiller Asido, Administrator, Intramuros Administration.

Beberapa pihak yang menjadi pembicara antara lain Senator Filipina Sonny Angara, Anggota Senat Filipina Mostafavi; dan Chiao. Pembicara dalam panel termasuk Yang Mulia Ipat Luna, Wakil Menteri untuk Urusan Manila Bay, Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina; Jose Ma. K. Lim, president dan CEO, Metro Pacific Investments Corporation (MPIC), perusahaan infrastruktur terbuka terbesar di Filipina; Art Corpuz, mantan kepala perencana Ayala Land, bagian dari Ayala Corporation, konglomerasi tertua di Filipina; Avelino Tolentino III, Deputi Sekretaris Jenderal Badan Koordinasi Pengembangan Kota dan Hunian setara Kabinet Filipina; Mario de los Reyes, Dekan, University of the Philippines School of Urban and Regional Planning; dan Henry Yap, General Manager, Robinsons Land Corporation, pengembang asal Filipina yang besar, terdiversifikasi dan terdaftar di bursa saham.

"Kami sangat terkesan akan semangat warga Manila untuk kota mereka; hal ini akan sangat berguna untuk Manila Studio 2018 dalam perjalanan mereka selama enam bulan. Asia memiliki pertumbuhan urbanisasi tercepat di dunia. Amat penting bagi generasi masa depan yang berbakat dalam bidang desain untuk memahami dampak kawasan ini pada seluruh dunia, serta berbagai kemungkinan untuk membuat perbedaan yang berarti. Studio menawarkan peluang yang rumit dan nyata bagi para siswa terbaik untuk meneliti dan membangun berbagai konsep desain baru untuk Manila. Dengan begitu, pemangku kepentingan yang berbeda di seluruh kota bisa menemukan berbagai cara baru untuk menjawab tantangan lama melalui perspektif segar para siswa," kata Chiao. "Ini kedua kalinya dalam setahun AECOM berpeluang melibatkan pemangku kepentingan yang beragam di Manila untuk membayangkan masa depan kota. Pada Maret 2017 lalu, Manila menjadi lokasi simposium pertama bertema Imagine 2060: Delivering Tomorrow's Cities Together, sebuah seri diskusi tiga tahun yang diselenggarakan oleh AECOM bekerja sama dengan Asia Society."

Tentang AECOM

AECOM didirikan untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Kami merancang, membangun dan mengoperasikan berbagai aset infrastruktur bagi pemerintah, perusahaan dan organisasi di lebih dari 150 negara. Sebagai perusahaan yang terintegrasi penuh, kami menghubungkan pengetahuan dan pengalaman di seluruh jaringan pakar di dunia demi membantu klien memecahkan masalah yang paling rumit sekali pun. Dari bangunan dan infrastruktur berjenis high-performance, ketahanan komunitas dan lingkungan, sampai negara yang stabil dan aman, kinerja kami bersifat transformatif, berbeda dan penting. Sebagai perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 500, AECOM mencatatkan pendapatan kira-kira $18,2 miliar selama tahun fiskal 2017. Kami mewujudkan apa yang perusahaan lain hanya bisa bayangkan di aecom.com dan @AECOM.

Tentang Harvard University Graduate School of Design

Berdiri pada 1936, Harvard University Graduate School of Design (GSD) dimulai pada 1874, saat program kesarjanaan jurusan arsitektur dan arsitektur lanskap digabung di Universitas. Bahkan, Harvard dapat disebut sebagai penemu jurusan arsitektur lanskap dan perencanaan tata kota sebelum pendirian Fakultas tersebut. Harvard juga membuka jurusan desain tata kota pada periode 1960-an.

Sebagai sekolah desain premium dunia, GSD mewariskan kepemimpinan, inovasi, dan tanggung jawab sosial. Fakultas menetapkan standar bagi pendidikan desain, dan selalu menempati peringkat satu untuk dua program studi utamanya. Alumni dan fakultas GSD terkenal di seluruh dunia akan kemampuan mereka menciptakan bangunan, lanskap, dan perencanaan tata kota paling ikonik pada era modern. Hal lain yang membanggakan adalah Fakultas memiliki jumlah pemenang Pritzker Prize dan AIA Fellows terbanyak di antara sekolah desain yang lain.

Kini, GSD terus mengeksplorasi berbagai persoalan dunia yang penting melalui keahlian yang dimiliki, serta mensinergikan riset dan praktik dalam sebuah pendekatan kolaboratif yang menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memberdayakan komunitas desain agar dapat membuat perbedaan di seluruh dunia.

Tentang Intramuros Administration

Intramuros Administration (IA) merupakan badan milik Departemen Pariwisata Republik Filipina. Intramuros Administration dibentuk berdasarkan Dekrit Presiden 1616 yang ditandatangani oleh Presiden Marcos pada 10 April 1979, dengan perubahan oleh PD 1748 pada 10 Desember 1980. Badan tersebut bertanggung jawab atas kegiatan restorasi, pembangunan, dan promosi kawasan bersejarah Intramuros, Filipina. Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai Intramuros Administration di https://www.intramuros.gov.ph.

Kontak bagi media: 
David Nugent 
David.Nugent@aecom.com
Kantor: +65 6299 0297 
Ponsel: +65 8385 7279

Logo - https://photos.prnasia.com/prnh/20170518/1855385-1LOGO

Tautan terkait:

Berita Video Terpilih

Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami