omniture
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Accenture Technology Vision 2018: Kemajuan Pesat Teknologi Dorong Perkembangan Perusahaan Cerdas, tetapi Butuhkan Transformasi Kepemimpinan Mendasar

2018-03-07 10:00

Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk pertumbuhan perusahaan serta dampak sosial yang positif menekankan pentingnya kerja sama strategis dengan konsumen serta mitra bisnis

JAKARTA, Indonesia, 7 Maret, 2018 /PRNewswire/ -- Kemajuan pesat di bidang kecerdasan buatan (AI) dan teknologi lainnya memicu tumbuhnya bisnis berbasis teknologi dan memungkinkan perusahaan untuk tingkatkan integrasi bisnis dalam kehidupan manusia, menurut Accenture Technology Vision 2018.  Laporan teknologi tahunan dari Accenture ini memberi pandangan terhadap berbagai tren teknologi yang akan mendisrupsi perkembangan bisnis dalam tiga tahun ke depan. Memanfaatkan peluang pertumbuhan seiring dengan dampak positif bagi masyarakat membutuhkan pula gaya kepemimpinan baru yang bertumpu pada kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar.

Laporan tahun ini bertema "Intelligent Enterprise Unleashed: Redefine Your Company Based on the Company You Keep," memaparkan bagaimana pesatnya kemajuan teknologi – termasuk kecerdasan buatan (AI), analitis lanjutan (advanced analytics) dan komputasi awanmembantu perusahaan tidak hanya dalam menciptakan produk dan jasa, tetapi juga mengubah cara konsumen dalam bekerja dan menjalankan kehidupan pribadi. Kondisi ini juga mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan konsumen dan mitra bisnis mereka.

Laporan Accenture Technology Vision 2018 melibatkan lebih dari 6,300 eksekutif bisnis dan teknologi informasi berskala global. Lebih dari empat dari lima responden (84 persen) setuju bahwa melalui teknologi, perusahaan terus mencari cara untuk menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari.

Sebagai contoh, Amazon – tidak hanya memberikan inovasi layanan daring yang luar biasa tapi juga menyediakan perangkat gema (echo device) dan asisten AI bernama Alexa – teknologi ini telah terintegrasi sedemikian rupa ke kehidupan manusia sehari-hari sehingga para pengembang (developers) berhasil membangun loker khusus Amazon di dalam beberapa kompleks apartemen baru dan memberikan akses kepada Amazon langsung ke rumah penghuni melalui sistem kunci pintar (smart lock system) agar para kurir dapat melakukan pengiriman di saat pemesan barang tidak ada di rumah.

Paul Daugherty, Chief Technology & Innovation Officer Accenture mengatakan, "Saat ini, teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan sudah memengaruhi sebagian besar masyarakat." "Kota-kota yang berada di sekitar area pelabuhan, rel kereta, atau masyarakat yang memanfaatkan tenaga listrik dalam keseharian mereka saat ini dilengkapi dengan berbagai inovasi digital dari perusahaan yang menyediakan layanan tersebut. Hal ini membutuhkan cara interaksi baru antara perusahaan dan konsumen, yang harus dibangun berdasarkan kepercayaan dan transparansi atas informasi pribadi."

Laporan ini menunjukkan bahwa transformasi teknologi terkini tergolong unik karena untuk pertama kalinya perubahan tersebut terjadi secara dua arah (two-way street); dimana orang-orang tidak hanya menggunakan produk dan jasa, tetapi juga memberikan informasi serta akses kepada perusahaan. Kombinasi 'inovasi terpadu' (integrated innovation) dan tingkat kepercayaan yang tinggi memerlukan hubungan yang lebih kuat – kemitraan tulus yang tidak hanya mengandalkan produk perusahaan, tetapi juga tujuan dan nilai perusahaan. Kemitraan dua arah (two-way partnership) muncul bersamaan dengan tanggung jawab yang baru pula – baik itu kepada konsumen, mitra bisnis dan masyarakat secara luas – yang membutuhkan kepemimpinan dengan komitmen tinggi.

Organisasi yang cerdas mengerti bahwa harapan masyarakat dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan sistem interaksi yang telah dilakukan selama ini untuk membangun kemitraan dengan pelanggan, karyawan, pemerintah dan masyarakat. Hal ini sudah merambah lebih luas dari sekedar sektor konsumen dan ritel.

Contohnya, Tesla sudah bermitra dengan pemerintah untuk mempercepat pengembangan pedoman yang dibutuhkan untuk membangun kendaraan otonom (autonomous vehicles). Selain itu, Siemens menawarkan sistem operasi MindSphere untuk internet of things (IoT) yang dapat digunakan pada berbagai jenis aset seperti perangkat manufaktur, komponen jaringan listrik pintar atau peralatan pembangkit listrik, hal ini telah menciptakan jenis kemitraan baru dan telah menjadi bagian dari arsitektur mitra bisnisnya.

Laporan Accenture Technology Vision mengemukakan lima tren teknologi yang harus dihadapi para pelaku industri agar dapat membangun kemitraan strategis dan sukses di era ekonomi digital:

  • Citizen AI: Meningkatkan Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk Kepentingan Bisnis dan Masyarakat. Berkembangnya kecerdasan buatan (AI) sejalan dengan peningkatan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Bisnis yang ingin memanfaatkan potensi AI juga harus menyadari "peningkatan kemampuan" ini agar mampu menjalankan fungsi bisnis secara bertanggung jawab.
  • Extended Reality: Berakhirnya Jarak dengan Virtualisasi dan Rekayasa Tambahan. Teknologi virtual dan augmented reality secara signifikan mengubah cara hidup dan pekerjaan masyarakat dengan semakin hilangnya jarak terhadap pelanggan, informasi dan pengalaman.
  • Data Veracity: Pentingnya Kepercayaan Tanpa Manipulasi. Dengan transformasi yang berfokus pada data, saat ini bisnis sedang menghadapi jenis kerentanan baru: data yang tidak akurat, termanipulasi dan kerancuan yang dapat mengacaukan analisa bisnis dan menyebabkan pengambilan keputusan yang menyesatkan. Untuk menjawab tantangan bisnis, perusahaan harus mampu mengaplikasikan gaya kepemimpinan yang bersifat dua arah untuk memaksimalkan tingkat keakuratan dan meminimalisir ruang untuk manipulasi data.
  • Frictionless Business: Mengembangkan Kemitraan untuk Pertumbuhan Bisnis. Para pelaku bisnis bergantung pada kemitraan bisnis berbasis teknologi untuk perkembangan usaha perusahaan, namun, sistem lama yang diwariskan oleh pendahulu sendiri tidak dirancang untuk mendukung kemitraan dalam skala besar. Untuk berpartisipasi menjadi Perusahaan Cerdas (intelligent) dan terhubung (connected), perusahaan harus merancang ulang bisnis mereka.
  • Internet of Thinking: Menciptakan Sistem Distribusi Pengetahuan yang Menyeluruh. Pelaku bisnis secara konsisten berusaha menciptakan ruang lingkup bisnis pintar melalui teknologi robotika, kecerdasan buatan (AI) dan pengalaman yang mendalam (immersive experiences). Mewujudkan lingkungan pintar ke kehidupan sehari hari tidak hanya memerlukan keterampilan khusus dan kualitas tenaga kerja yang mumpuni, tapi juga modernisasi infrastruktur teknologi perusahaan.

"Melalui kemitraan baru dengan pelanggan, karyawan dan mitra bisnis, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan dan lebih mengintegrasikan bisnis mereka ke dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan akan terus mendorong perkembangan bisnis perusahaan," ujar Daughterty.

Selama hampir 18 tahun, Accenture terus mengamati lanskap perusahaan secara sistematis untuk mengidentifikasi tren teknologi baru yang memiliki potensi terbesar yang akan menjadi tantangan bisnis dan industri ke depan. Untuk informasi lebih lanjut terkait laporan tahun ini, silakan kunjungi www.accenture.com/technologyvision atau ikuti diskusi kami di Twitter dengan #TechVision2018.

Tentang Metodologi

Laporan Accenture Technology Vision merupakan penelitian tahunan yang dikembangkan oleh Accenture Labs dan Accenture Research. Untuk laporan tahun 2018, proses penelitian mencakup pengumpulan masukan dari Dewan Penasihat Eksternal Technology Vision, sebuah kelompok yang terdiri dari lebih dari dua puluh empat individu berpengalaman di sektor publik dan swasta, akademisi, perusahaan modal ventura dan perusahaan kewirausahaan. Selain itu, tim Technology Vision melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh teknologi dan pakar industri, serta hampir 100 pemimpin bisnis Accenture. Di samping itu, Accenture Research melakukan survei global secara online terhadap lebih dari 6,300 eksekutif bisnis dan teknologi informasi di 25 negara dan 18 industri dan mendapatkan masukan terkait penerapan teknologi baru. Survei tersebut telah membantu mengidentifikasi isu-isu utama serta langkah-langkah yang harus diprioritaskan untuk penerapan inovasi dan teknologi. Mayoritas responden merupakan eksekutif dan direktur C-level, dan beberapa pemimpin lini bisnis, yang bekerja di perusahaan dengan pendapatan tahunan sekitar US$ 500 juta, dengan sebagian besar perusahaan memiliki pendapatan tahunan lebih besar dari US$ 6 miliar.

Mengenai Accenture

Accenture adalah perusahaan layanan profesional global terkemuka, yang menyediakan berbagai layanan dan solusi strategi, konsultasi, digital, teknologi dan operasi bisnis. Dengan menggabungkan pengalaman dan keterampilan khusus di lebih dari 40 industri dan semua fungsi bisnis – yang didukung oleh jaringan penyampaian terbesar di dunia – Accenture bekerja di titik pertemuan bisnis dan teknologi untuk membantu para klien meningkatkan kinerja mereka dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan. Dengan lebih dari 435.000 personil yang melayani klien-klien di lebih dari 120 negara, Accenture memberikan inovasi untuk hidup dan bekerja. Kunjungi situs web kami di www.accenture.com.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Accenture Indonesia
Nia Sarinastiti
Marketing & Communication Director
Wisma 46 - Kota BNI - Lantai 18
Jl. Jend. Sudirman Kav.1, Jakarta 10220
Tel: +62-21-574-6575
Email: nia.sarinastiti@accenture.com

 

Tautan terkait:

Related stocks: NYSE:ACN

Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami