omniture
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Jokowi Resmikan Bendungan Tanju guna Perkuat Peran NTB sebagai Lumbung Pangan Nasional

2018-07-31 00:43

DOMPU, Indonesia, 31 Juli 2018 /PRNewswire/ -- Presiden Indonesia Joko Widodo, hari ini meresmikan bendungan Tanju, di kabupaten Dompu, provinsi Nusa Tenggara Barat, Presiden menegaskan bendungan Tanju akan meningkatkan pasokan air dan memperluas sistem irigasi sawah untuk memperkuat ketahanan air dan pangan, khususnya di musim kemarau. Termaktub dalam program Nawa Cita, Tanju merupakan bendungan kedua yang diresmikan Jokowi di tahun 2018, setelah Raknamo di Kupang pada bulan Januari silam.

 

Presiden Jokowi saat menginspeksi bendungan Tanju bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono; Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang; dan Bupati Dompu, Bambang M. Yasin.
Presiden Jokowi saat menginspeksi bendungan Tanju bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono; Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang; dan Bupati Dompu, Bambang M. Yasin.

 

Presiden Jokowi melayani permintaan warga ber-swafoto, sebelum menyampaikan pidato dalam peresmian bendungan Tanju hari ini.
Presiden Jokowi melayani permintaan warga ber-swafoto, sebelum menyampaikan pidato dalam peresmian bendungan Tanju hari ini.

"Kunci pembangunan di NTB ini ada satu, yakni ketersediaan air. Kalau tidak ada air, yang mau ditanam apa? Jadi gambaran, di negara kita sekarang ada 231 bendungan, sementara AS memiliki 6,100 bendungan, China 110,000, dan Jepang 3,000 bendungan. Artinya kita masih kekurangan banyak sekali waduk atau bendungan dan di NTB akan segera diselesaikan lima waduk, yang terbanyak dibandingkan dengan provinsi lain", ujar Jokowi saat menyampaikan pidatonya di bendungan Tanju hari ini.

Peresmian bendungan Tanju menandakan Pemerintah Indonesia masih on track dalam target pembangunan sembilan bendungan di tahun 2018, guna meningkatkan pasokan air nasional hingga 288 juta meter kubik (m3). Dua diantara sembilan bendungan ini terletak di provinsi NTB, yakni Tanju dan Mila – yang saat ini pembangunannya mencapai 80% dan akan diresmikan di akhir tahun ini.

 "Sesuai target Nawa Cita, Presiden Jokowi akan membangun 49 bendungan baru dan meneruskan 16 bendungan lanjutan hingga tahun 2019. Bendungan Tanju dan Mila sendiri menjadi bagian dari 49 bendungan baru yang mulai dibangun pada masa Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo di tahun 2015. Hingga saat ini, dari target 65 bendungan, sudah selesai 9 bendungan dan yang sedang berjalan 34 bendungan. Di tahun 2018 ini, akan ditenderkan 14 bendungan baru dan tahun depan 8 bendungan. Sehingga, kami optimis di tahun 2019 mendatang akan terpenuhi 65 bendungan baru," ujar Hari Suprayogi, Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR.

Tanju dan Mila terletak dalam komples Rababaka, yakni sungai besar yang menjadi tulang punggung produktivitas agrikultur Kabupaten Dompu, melalui sistem irigasinya. Kendati demikian, dengan kapasitas air begitu besar, Rababeka hanya mampu mengairi 1,689 hektar sawah. Konsekuensinya, 40 juta m3 air terbuang ke laut setiap tahunnya.

Untuk itu, bendungan Tanju akan menampung sedikitnya 18.4 juta m3 air untuk mengairi 2,350 hektar sawah, sementara Mila menjangkau 1,689 hektar dengan kapasitas tampung 6.5 juta m3 air. Dengan total daya tampung 24.8 juta m3, bendungan kembar Tanju dan Mila akan membuka 4,000 hektar lahan irigasi baru – dengan potensi peningkatan hasil panen hingga tiga kali lipat per tahun.

 "Bendungan ini akan meningkatkan produktivitas agrikultur hingga dua – tiga kali lipat, khususnya untuk komoditas utama NTB yakni jagung dan beras. Tanju dan Mila akan secara signifikan menegaskan posisi NTB sebagai lumbung pangan nasional,' jelas Hari Suprayogi.

Bendungan Tanju akan Mengoptimalkan Pertumbuhan Produksi Jagung dan Beras

Guna mensukseskan target Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, Presiden Jokowi memprioritaskan pembangunan bendungan dan peningkatan pasokan air, khususnya di Nusa Tenggara Barat. Sebagai lumbung pangan nasional, NTB adalah provinsi dengan jumlah bendungan tertinggi – yakni 9 buah bendungan dan 61 buah embung skala bendungan dengan kapasitas tampungan total sebesar 249,830 juta m3.

9 bendungan tersebut yakni Bendungan Batujai, Mamak, Pengga, Tiu Kukit, Sumi, Gapit, Batu Bulan, Pelaperado dan Pandanduri. 3 bendungan dalam konstruksi yakni Bendungan Tanju (sudah selesai), Bintang Bano dan Mila. 2 bendungan akan dilelang dan dikontrakkan mulai 2018 yakni Bendungan Beringin Sila dan Meninting.

Sebagai salah satu komoditas utama provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Maret 2018, NTB sukses melebih target ekspor jagung sebesar 11,500 ton dan di akhir 2018, pemerintah provinsi NTB optimis dapat mencapai target 30,000 ton ekspor jagung khususnya ke Filipina.

Dengan penyelesaian 3 bendungan baru tahun ini, Pemerintah juga optimis meningkatkan produksi beras di Pulau Sumbawa. Saat ini, total produksi beras hanya berkisar 3-4 ton / hektar. Pemerintah lokal menargetkan 5-6 ton / hektar untuk metode konvensional dan 8-10 ton / hektar panen dengan metode system of rise intensification (SRI).

Selain irigasi, Tanju dan Mila dapat berfungsi sebagai lahan konservasi perikanan, sumber air minum, dan pembangkit listrik tenaga air mikro hingga 400 kw. Bendungan kembar ini juga akan dikembangkan sebagai tujuan pariwisata Kawasan Dompu, NTB, yang saat ini juga tengah mengembangkan sektor ekonomi kreatif-nya.

Tentang Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA)

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyelenggarakan fungsi di antaranya: Perumusan kebijakan di bidang konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sumber air permukaan, dan pendayagunaan air tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan berkelanjutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengelolaan sumber daya air; pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengelolaan sumber daya air; pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan sumber daya air; pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air; dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Media Contact:

Komunikasi Publik Setditjen SDA Kementerian PUPR
Gedung Ditjen Sumber Daya Air
Kementerian PUPR
Jl. Pattimura 20, Kebayoran Baru
Jakarta – Indonesia 12110
Phone: +6221 7398614
Email: kompusda@pu.go.id atau kompu.sda@gmail.com 

Photo - https://photos.prnasia.com/prnh/20180730/2198784-1-a
Photo - https://photos.prnasia.com/prnh/20180730/2198784-1-b 
Logo - http://photos.prnasia.com/prnh/20180322/2086659-1LOGO

Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami