omniture
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Konsumen di Asia Berpandangan Positif terhadap Kecerdasan Buatan dan Ingin Meningkatkan Keahliannya demi Menjamin Karier Masa Depan

2018-09-13 09:00

63% konsumen di Asia meyakini Kecerdasan Buatan (AI) akan membantu mereka untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik dan menarik di masa depan

SINGAPURA, 13 September 2018 /PRNewswire/ -- Salesforce (NYSE: CRM), CRM terkemuka dunia, hari ini melansir kajian baru yang berfokus pada konsumen di Asia yang bertajuk Artificial Intelligence in Asia: Trust, Understanding and the Opportunity to Re-Skill, mengungkapkan prospek positif tentang dampak Kecerdasan Buatan (AI) di Asia. Kesempatan kerja menjadi perhatian utama bagi konsumen di Asia, namun mereka menyadari kebutuhan pengembangan dan peningkatan keahlian demi pekerjaan di masa depan (58%). Kebanyakan konsumen di Asia juga meyakini, AI akan meningkatkan dunia dan kehidupan mereka pada masa mendatang (63%); membantu mereka dalam mengambil keputusan yang lebih cerdas serta membuat pekerjaan mereka semakin menarik.

Pemahaman konsumen di Asia tentang AI masih terbatas, dan data menunjukkan, hal ini berkaitan dengan rendahnya tingkat kepercayaan konsumen. Mereka yang meyakini bahwa AI bisa meningkatkan kehidupan mereka dan dunia, juga menjadi pihak-pihak dengan tingkat pemahaman yang baik tentang AI. Pemahaman yang baik menghasilkan tingkat kepercayaan konsumen yang besar pula. Ini menjadi peluang bagus bagi sejumlah perusahaan untuk mendidik dan menginformasikan konsumen mengenai manfaat AI yang sesungguhnya.

Pandangan tentang Chatbots, Robo-Advisors dan Mobil Swakemudi

Para konsumen di Asia masih lebih menyukai interaksi manusia, dan menunjukkan tingkat kepercayaan yang rendah terhadap Chatbots, Robo-Advisors dan Mobil Swakemudi (Self-Driving Cars). Mereka cenderung memiliki tingkat penerimaan yang lebih baik terhadap produk atau rekomendasi konten melalui AI, namun pada akhirnya mereka masih menaruh kepercayaan pada pendapat teman dan keluarga. Voice assistants menjadi pilihan populer untuk interaksi AI di antara kalangan konsumen di Asia, lebih dari setengah responden memilih untuk berinteraksi dengan voice assistants.

Beberapa komentar tentang kajian tersebut

  • "Sejalan dengan langkah kita memasuki Revolusi Industri Keempat, ditopang oleh Revolusi AI, kebutuhan memahami para konsumen semakin relevan ketimbang masa sebelumnya. Kami perlu memastikan kesiapan Asia menyambut masa depan," Renzo Taal, Senior Vice President, Salesforce Asia Pasifik.
  • "AI memiliki kekuatan untuk meningkatkan dan mengubah cara masyarakat menjalani kehidupan dan bekerja, serta interaksi kita dengan sesama. Kami siap membantu berbagai perusahaan dan individu yang ingin mempersiapkan diri untuk menyambut masa depan -- baik demi pekerjaan dan konsumen masa depan. Platform pembelajaran daring (online learning) kami, Trailhead, telah mengubah kehidupan dan karier 160.000 Trailblazers di seluruh dunia dan akan terus memandu berbagai perusahaan dan konsumen di Asia dalam menjalani perubahan dan merambah masa depan," Renzo Taal, Senior Vice President, Salesforce Asia Pasifik.

Ringkasan Data

Singapura

  • 61% konsumen Singapura berpendapat, AI akan membantu mereka melakukan pekerjaan yang lebih baik atau menarik.
  • Hanya 29% konsumen Singapura yang berpendapat AI akan menyingkirkan mereka dari pekerjaan
  • 66% konsumen Singapura menyadari kebutuhan untuk belajar, berkembang dan meningkatkan keahlian mereka demi mempersiapkan masa depan.
  • "Semakin saya memahami AI, saya akan semakin mempercayainya," ujar 38% konsumen Singapura.

Hong Kong

  • 55% konsumen Hong Kong berpendapat, AI akan membantu mereka melakukan pekerjaan yang lebih baik atau menarik di masa mendatang dan hanya 29% dari mereka yang berpendapat, AI akan menyingkirkan mereka dari pekerjaan
  • Hanya 45% konsumen Hong Kong yang menunjukkan keinginan meningkatkan keahlian demi pekerjaan masa depan.
  • 35% berkata, semakin banyak mereka memahami AI, kian besar pula mereka menaruh kepercayaan terhadap AI.

Pendapat tentang Robo-Advisors

  • Di Singapura (69%) dan Hong Kong (77%), para konsumen masih lebih banyak mempercayai manusia dan memilih berinteraksi dengan mereka untuk memperoleh nasihat keuangan dan pengelolaan aset.
  • Sentimen konsumen Malaysia dan Thailand serupa dengan Singapura dan Hong Kong; namun konsumen Indonesia dan Filipina sama-sama mempercayai Robo-Advisor dan manusia.

Pendapat tentang Chatbots

  • Konsumen Singapura (90%) banyak yang mempercayai dan memilih berinteraksi dengan manusia ketimbang chatbot, memiliki pemahaman yang lebih baik tentang chatbots dan berinteraksi dengannya (79%).
  • Konsumen Asia di Hong Kong, India, Thailand, Indonesia dan Filipina, lebih menyukai sentuhan manusia dan mempercayainya agar memahami isu dengan lebih baik dan memperoleh jawaban yang dicari.

Pendapat tentang Mobil Swakemudi

  • Konsumen di Asia masih mempercayai dan menyukai pengendaraan mobil dengan manusia ketimbang mobil swakemudi, serta data menunjukkan, kebanyakan dari mereka meyakini, mobil yang dikendarai manusia dan swakemudi memiliki peluang yang sama untuk mengalami kecelakaan, kecuali konsumen asal Hong Kong yang meyakini, mobil yang dikendari manusia memiliki peluang yang lebih rendah untuk mengalami kecelakaan.

Tentang kajian ini:
Kajian ini dilakukan YouGob, ditugaskan oleh SalesForce dan meliputi tujuh negara di Asia: Singapura, Hong Kong, India, Thailand, Malaysia, Indonesia dan Filipina, dengan sampel penelitian sebanyak 1.000 konsumen di setiap negara. Survei ini mengukur tingkat kesadaran, pemahaman dan penggunaan produk serta layanan AI di kalangan konsumen Asia, serta menilai prospek mereka tentang AI. Semua hal itu berupaya memahami apa yang dirasakan mereka terkait dampak AI terhadap kehidupannya serta dunia secara umum. Survei ini menjajaki tingkat kepercayaan konsumen terhadap enam penggunaan AI di dunia nyata — termasuk smart chatqbots, mobil swakemudi dan robo-advisors. Unduh laporan dan infografisnya di sini.

Mulai kiprah pembelajaran Anda dengan Trailhead:

Tentang Salesforce

Salesforce, pemimpin CRM global, memberdayakan berbagai perusahaan agar terhubung dengan para konsumen mereka dalam cara terbaru. Informasi lebih lanjut tentang Salesforce (NYSE: CRM), kunjungi: www.salesforce.com/ap.

Layanan atau fitur yang belum dirilis dalam rilis berita ini atau pernyataan publik lainnya memang belum tersedia dan kemungkinan tidak akan tersedia dengan tepat waktu atau sama sekali. Para konsumen yang membeli berbagai aplikasi Salesforce sebaiknya mengambil keputusan membeli produk berdasarkan fitur-fitur yang saat ini tersedia. Salesforce memiliki kantor pusat di San Francisco, dengan berbagai kantor cabang di Eropa dan Asia, serta sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek New York dengan simbol "CRM." Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi https://www.salesforce.com, atau hubungi 1-800-NO-SOFTWARE.

Related stocks: NYSE:CRM

Berita Video Terpilih

Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami