omniture
from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_header_shtml
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Bali Safari Park Lepaskan Sejumlah Burung Jalak Bali ke Alam Bebas demi Menyelamatkan Warisan Ikonis Bumi Nusantara

2019-05-02 11:50

BALI, Indonesia, 2 Mei 2019 /PRNewswire/ -- Bali Safari Park bekerja sama dengan KASI Foundation, Feldman Eco Park, PKBSI (Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia), APCB (Asosiasi Pelestari Curik Bali), dan BKSDA Bali (Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam) menggelar lokakarya tentang Protokol Pelepasan Burung dan melepaskan 40 Jalak Bali pada 25-26 April 2019 di Bali Safari Park.

(from left) Bali Safari Park GM Thomas Colbert, and Bali Vice Governor Tjokorda Oka Artha Ardana - at Bali starlings releasing ceremony (26/4/2019)
(from left) Bali Safari Park GM Thomas Colbert, and Bali Vice Governor Tjokorda Oka Artha Ardana - at Bali starlings releasing ceremony (26/4/2019)

Sebuah komitmen bersama untuk pelestarian burung-burung yang dilindungi dan satwa liar lainnya diteken oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana, Wakil Kepala Polisi Daerah Bali I Gede Alit Widana, Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat Agus Ngurah Krisna, dan Ketua APCB Tony Sumampau.

Sebelum acara pelepasan burung ini, beberapa penelitian tentang habitat telah dilakukan oleh Bali Safari Park untuk mengkaji kecocokan lokasi potensial bagi pelepasan sejumlah burung tersebut. Sebanyak 38 spesies burung ditemukan di Bali Safari Park, menunjukkan bahwa lokasi ini dapat menjadi lokasi penampungan yang baik bagi burung-burung di masa mendatang.

Bali Safari Park, salah satu lembaga pelestarian alam yang terkemuka di Bali, bertekad terhadap perlindungan dan keberlanjutan jangka panjang bagi berbagai spesies endemik dan asli Indonesia, lewat pembiakan dan program pelepasan satwa secara terpadu.

Sejumlah fasilitas pembiakan satwa yang tertutup, secara khusus dibangun untuk burung jalak Bali (Leucopsar rothschildi), burung endemik Bali yang terancam punah.

Burung-burung hasil pembiakan secara tertutup ini, dilepaskan ke alam bebas demi melengkapi dan menambah populasi burung jalak Bali. Beberapa program pelepasan satwa sebelumnya tidak menghasilkan dampak positif yang berarti bagi populasi satwa liar, dan upaya terbaru ini ingin mengubah hal tersebut.

Para pakar pelestarian alam telah mengidentifikasi dua tantangan utama dalam peningkatan populasi jalak Bali liar; pertama, rendahnya daya tampung habitat, dan kedua, tingginya kemampuan jalak Bali untuk menyesuaikan diri terhadap habitat pelepasannya. 

Keberhasilan program pelepasan jalak Bali bersayap hitam di Taman Safari Indonesia Bogor pada 2016, digunakan sebagai model untuk pelepasan jalak Bali yang dibiakkan secara tertutup, sebagai bagian dari upaya konservasi di habitat asli satwa tersebut (in situ), dengan protokol pelepasan satwa yang serupa.

Bali Safari Park telah menjalankan program peningkatan kesadaran masyarakat demi mengajak sejumlah komunitas di tiga desa yang berdekatan, yakni Medahan, Lebih dan Serongga, serta para pelajar dari sembilan sekolah dasar di sekitar Bali Safari Park, untuk melindungi dan memantau burung-burung yang telah dilepas serta satwa-satwa liar lainnya.

KLIK DI SINI untuk mendapatkan foto-foto dari acara pelepasan tersebut.

Foto - https://photos.prnasia.com/prnh/20190430/2451249-1

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_releases_right_column_video_module_shtml

Berita Video Terpilih

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_footer_shtml
Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami