omniture
from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_header_shtml
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring
en_US zh_TW zh_CN id_ID ja ko_KR ms_MY th_TH vi_VN

Forest City dari Country Garden ciptakan model perkotaan yang melestarikan alam dan menjadi pelopor dengan memadukan teknologi, alam, dan kebudayaan

2019-10-25 04:38

JOHOR BAHRU, Malaysia, 25 Oktober 2019 /PRNewswire/ -- Forest City, kota canggih (smart city) baru yang terkemuka di Malaysia dan dibangun pengembang real estat ternama asal Tiongkok Country Garden (HK:2007) bersama perusahaan yang terafiliasi dengan Pemerintah Negara Bagian Johor, disebut sebagai salah satu model perkotaan di dunia yang melestarikan alam. Pengakuan ini diberikan Forbes atas pendekatan inovatif Country Garden saat membangun sebuah kota berdasarkan konsep stratifikasi tiga dimensi dalam hal tata letak rute transportasi dan taman vertikal. Forbes memuat hal ini di dalam artikel bertajuk "5 New Cities That Are Set To Shake Up The Future".

Forest City’s vertical greenery ecosystem
Forest City’s vertical greenery ecosystem

 

The prefabricated construction facility in Forest City
The prefabricated construction facility in Forest City

 

Phase 1 of Forecast City
Phase 1 of Forecast City

Forest City menciptakan paradigma baru tentang kota yang melestarikan alam, berdasarkan sistem transportasi tiga dimensi dan taman vertikal

Artikel Forbes ini menjelaskan kiprah Forest City yang mengungguli kota-kota lain di dunia dengan jaringan transportasi dan pertamanan yang memanfaatkan konsep tiga dimensi dalam perencanaan serta tata letaknya, yakni menambahkan lapisan vertikal—sesuatu yang jarang dipertimbangkan di kebanyakan lingkungan perkotaan yang biasa ditemui.

Menurut General Manager, Forest City, Wu Huixi, sistem ramah lingkungan yang terdiri atas taman vertikal, taman gantung, dan taman di atap gedung kelak dibangun di seluruh kota berdasarkan perencanaan arsitektur dan desain proyek. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lanskap, dapat digambarkan sebagai hutan vertikal, tempat bagi alam dan gedung-gedung berdampingan secara harmonis. Desain tiga dimensi dan taman vertikal menganut konsep Forest City yang menghasilkan ekosistem lengkap dan ramah lingkungan, memanfaatkan sumber daya angin, cahaya, dan air demi mengurangi konsumsi energi, menjamin udara bersih bagi penghuni, mengumpulkan air hujan untuk melindungi sumber daya air serta menurunkan polusi suara.

Selain itu, para penghuni di distrik mana pun dalam Forest City mudah menjangkau satu atau lebih rute sistem transportasi tiga dimensi. Wu menjelaskan, "Jumlah kepemilikan mobil penumpang yang tumbuh pesat dapat memperumit jaringan jalan. Dengan demikian, Forest City akan terbagi ke dalam tiga lapisan—area hunian yang dibangun di lapisan bawah bersama jaringan transportasi, dan area parkir berada di lapisan tengah serta paling bawah, bertujuan untuk menciptakan lingkungan aman bagi pejalan kaki. Desain tiga dimensi tersebut akan mendukung pengembangan ekosistem alam dan memperbesar tingkat penggunaan lahan."

Country Garden, perusahaan yang mengembangkan Forest City, juga berfokus pada pelestarian alam selama proses konstruksi. Forest City menanamkan dana RM 2,5 juta (sekitar US$ 600.000) untuk mendirikan kawasan cagar alam bagi rumput laut, bekerja sama dengan sejumlah universitas lokal. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari habitat duyung, kura-kura laut, dan kuda laut, di antara sejumlah spesies yang terancam punah. Forest City juga berencana untuk membangun delapan instalasi pengolahan air limbah, kelak memanfaatkan bioteknologi guna mengubah air limbah menjadi air daur ulang yang siap dipakai kembali. Fasilitas tersebut merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan irigasi dan mengurangi beban pada sistem air Johor Bahru.

Forest City menyuntikkan momentum baru dalam pembangunan berkelanjutan dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dihuni dan kondusif bagi bisnis

Para pakar industri yakin, aspek pelestarian alam di Forest City bergantung kepada kemampuannya dalam membangun sejumlah gugus bisnis dan merekrut tenaga kerja dari seluruh dunia. Ekonom Zhao Guangbin dalam kunjungannya ke Forest City berkata, "Di samping membangun komunitas yang nyaman dihuni, Forest City perlu menciptakan sebuah lingkungan yang kondusif bagi bisnis demi menjamin aspek pembangunan berkelanjutan. Namun, kota ini juga harus mengatasi sejumlah tantangan baru ketika menarik minat berbagai perusahaan agar mau membangun fasilitas di sini, alih-alih sekadar membangun gedung-gedung tinggi."

Pabrik Industrialised Building System (IBS) di Forest City, termasuk ke dalam Rekor Malaysia sebagai fasilitas prafabrikasi terbesar yang sepenuhnya otomatis di Malaysia, beroperasi pada Agustus 2017. Tahap 1 dari fasilitas ini dirancang agar mampu menghasilkan semen sebanyak 260.000 meter kubik per tahun. Forest City ingin membuka 220.000 lapangan pekerjaan selama 20 tahun masa konstruksi. Sambil terus berinvestasi pada konstruksi, proyek ini berada di jalur yang tepat untuk mendatangkan arus kas bagi dirinya sendiri saat setiap fasilitas beroperasi secara komersial, untuk itu, Forest City terus membutuhkan tenaga kerja yang sangat ahli.

Forest City diakui secara luas sebagai mahakarya dari perencanaan arsitektur dan desain

Forest City dinilai para profesional di sektor bangunan dan konstruksi sebagai penggerak Gerakan Kota Taman, konsep perencanaan kota yang dirintis pada awal abad ke-20. Benjamin Warner, berpengalaman luas dalam menerapkan berbagai program dan praktik pendidikan arsitektur di Inggris dan Jepang, berkomentar, "Kami mewujudkan impian sebuah kota taman melalui Forest City yang tampil lebih dari sekadar konsep perencanaan kota mekanis."

Ketika mengomentari lokasi geografis Forest City dalam kunjungannya ke proyek ini, Penasihat Kehormatan Singapore Digital Chamber of Commerce Victor Tay bilang, "Forest City secara strategis terletak di antara pusat transit Singapura dan Johor." Dia menyebutkan, Forest City dan Singapura, kini menjadi lokasi kantor regional milik 70% perusahaan yang terdaftar di dalam Fortune 500, saat ini terhubung dengan satu jembatan.

Zhao menambahkan, "Singapura dan Johor Bahru, dipisahkan sebuah sungai, memiliki peran yang serupa dengan Kawasan Teluk Guangdong-Hong Kong-Makao, terutama dalam meningkatkan integrasi Hong Kong, Makao, dan Guangdong. Ke depan, Johor Bahru beserta lanskap indah dan biaya hidupnya yang rendah, bersama Forest City, kelak menghadirkan berbagai peluang pertumbuhan yang besar."

Artikel Forbes tersebut menyebutkan, karena letak geografisnya yang strategis, Forest City menjadikan lingkungan yang nyaman dihuni dan ramah lingkungan sebagai salah satu target serta konsep utama dalam perencanaan dan desain perkotaan. Berbagai inisiatif yang berfokus pada desain, lingkungan hidup, dan industri telah diterapkan di seluruh kota ini. Forest City menjadi kota terkemuka di seluruh dunia, terutama lewat kiprahnya dalam merumuskan ulang solusi yang mengatasi krisis ekologi dan risiko pembangunan dari perspektif perencanaan baru.

Foto - https://photos.prnasia.com/prnh/20191022/2618040-1-a?lang=0
Foto - https://photos.prnasia.com/prnh/20191022/2618040-1-b?lang=0
Foto - https://photos.prnasia.com/prnh/20191022/2618040-1-c?lang=0

 

Related stocks: HongKong:2007 OTC-PINK:CTRYY

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_releases_right_column_video_module_shtml

Berita Video Terpilih

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_footer_shtml
Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami