omniture
from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_header_shtml
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring
en_US id_ID ms_MY th_TH vi_VN

Pendiri Yidu Tech Gong Rujing Mengulas tentang Cara Kerja AI dalam Merespons Krisis Covid-19 di Ajang Davos 2021

2021-01-27 20:22

DAVOS, Swiss, 27 Januari 2021 /PRNewswire/ -- "Berbagai teknologi inovatif seperti kecerdasan buatan (AI) telah menjadi mitra dalam pemberantasan pandemi Covid-19, serta berperan penting dalam banyak bidang seperti riset dan evaluasi pandemi, simulasi serta prediksi," ujar Gong Rujing, Pendiri dan Chairwoman, Yidu Tech (02158.HK), perusahaan teknologi AI medis yang terkemuka di Tiongkok.

Rujing memenuhi undangan Acara Virtual Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), Davos Agenda, dan bergabung dalam diskusi panel tentang "Merespons Krisis Covid-19" pada 25 Januari. 

Pandemi Covid-19 telah memicu krisis global. Menurut data terkini dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus terkonfirmasi di seluruh dunia telah meningkat lebih dari 97 juta, sementara, lebih dari dua juta orang telah kehilangan nyawanya.

Sejumlah teknologi inovatif telah berperan penting dalam penanganan krisis Covid-19, dan Rujing berbagi tentang protokol antiepidemi Yidu Tech.

"Ketika pandemi terjadi, kami segera mengirimkan tim ke kota yang paling terimbas, Wuhan. Tim ini membantu sejumlah institusi lokal untuk menelusuri pasien, mengendalikan infeksi, dan melakukan pekerjaan tanggap darurat lainnya, serta menyediakan dukungan teknis untuk lembaga-lembaga terkait dalam proses pengambilan keputusan." Menurut Rujing, Yidu Tech juga telah membantu banyak kota dan wilayah lain dalam penelusuran kontak yang efisien dalam pandemi. 

Lebih lagi, Yidu Tech turut berkomitmen untuk menjajaki nilai tambah AI untuk pengobatan medis, serta memanfaatkan keunggulan teknologi yang dikuasainya demi membantu riset ilmiah klinis, pengambilan keputusan dalam isu-isu publik dan kesehatan publik.

Beberapa tamu kehormatan, termasuk Peter Maurer, President, International Committee of the Red Cross (ICRC), dan Nanaia Mahuta, Menteri Luar Negeri Selandia Baru, juga bergabung dalam diskusi Leadership Panel. Sesi ini menelaah respons dan pemulihan yang paling efektif, serta menyajikan usulan tentang bagaimana kalangan bisnis dan pemerintah dapat memperbaiki serta meningkatkan kolaborasi mereka. 

Di era globalisasi, tata kelola nasional dan kerja sama internasional semakin penting. Para panelis meyakini bahwa 2021 kelak menjadi tahun yang menentukan untuk mempromosikan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, dan seluruh negara harus memanfaatkan peluang kerja sama dengan negara lain, hingga akhirnya mewujudkan kepentingan bersama.

Related stocks: HongKong:2158

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_releases_right_column_video_module_shtml

Berita Video Terpilih

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_footer_shtml
Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami