omniture
from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_header_shtml
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring
en_US id_ID ms_MY th_TH vi_VN

Shanghai Electric Merayakan Keberhasilan K-2 Nuclear Power Plant di Pakistan yang Telah Tersambung ke Jaringan Listrik Nasional

2021-04-01 09:55

SHANGHAI, 31 Maret 2021 /PRNewswire/ -- Shanghai Electric ("Perusahaan") (SEHK: 02727, SSE: 601727), produsen dan vendor terkemuka di dunia untuk peralatan pembangkit listrik dan peralatan industri, serta jasa integrasi, mengumumkan, Karachi Nuclear Power Plant Unit 2 (K-2) di Pakistan, dilengkapi reaktor nuklir Generasi III Hualong One (HPR1000) yang ikut dibangun Shanghai Electric, telah berhasil tersambung ke jaringan listrik pada 19 Maret, waktu setempat. Menteri Energi Pakistan Omar Ayub Khan segera menayangkan pengumuman proyek ini pada akun Twitter-nya.

In May 2018, K-2's reactor vessel internals were shipped from Shanghai Electric's Shanghai No. 1 Machine Tool Works Co., Ltd. to its destination.
In May 2018, K-2's reactor vessel internals were shipped from Shanghai Electric's Shanghai No. 1 Machine Tool Works Co., Ltd. to its destination.

K-2 segera menghasilkan hampir 10 miliar kilowatt-jam listrik per tahun, dan memenuhi kebutuhan listrik tahunan bagi satu juta orang. Pembangkit listrik ini ikut mengurangi konsumsi batubara standar sebanyak 3,12 juta ton per tahun, atau setara dengan menanam lebih dari 70 juta pohon. Konstruksi proyek ini telah merangsang perkembangan industri-industri terkait di Pakistan, dan membuka lebih dari 10.000 lapangan pekerjaan di negara tersebut. Lebih lagi, proyek K-2 berperan besar dalam meningkatkan mata pencaharian masyarakat dan pembangunan ekonomi. 

K-2 dibangun lewat kontrak kerja sama yang terjalin antara China National Nuclear Corporation dan Pakistan Atomic Energy Commission pada 2013. Sementara, Shanghai Electric bertindak sebagai pemasok peralatan utama yang menyediakan sejumlah komponen penting seperti reaktor internal dan rangkaian generator turbin uap. 

K-2 adalah proyek internasional pertama yang memanfaatkan teknologi buatan Shanghai Electric tersebut. Sebelumnya, Hualong One untuk pertama kalinya digunakan di Unit 5, Fuqing Nuclear Power Plant, di Tiongkok. Fasilitas ini telah beroperasi pada Januari 2021. Dikembangkan melalui litbang selama hampir 20 tahun, Hualong One telah melalui 45 proyek riset ilmiah dan teknologi, serta menjadi inovasi penting yang dibuat Tiongkok untuk tenaga nuklir.

Pada 2015, Shanghai Electric mulai memproduksi reaktor internal K-2 dengan mengikuti standar desain terbaik di dunia. Reaktor ini meliputi 236 kategori peralatan, dan terdiri atas 13.487 komponen. Tingginya mencapai 11.036 meter, sedangkan, diameter maksimum mencapai  4.188 meter, dan bobotnya tercatat seberat 160 ton.

Proyek K-2 menjadi ekspor pertama bagi unit listrik tenaga nuklir buatan Tiongkok yang berkapasitas 1.000 MW. Dalam proyek ini, Shanghai Electric berhasil membuat berbagai terobosan teknologi, termasuk penerapan teknologi welding rotor bertegangan rendah. Teknologi ini tergolong canggih dan telah berkembang dengan baik, serta melengkapi turbin uap untuk tenaga nuklir. Teknologi ini sangat meningkatkan daya saing utama dari peralatan dan teknologi proyek K-2, serta mendobrak sejumlah batasan yang terkait dengan rotor forging. Di sisi lain, hampir seluruh litbang untuk teknologi dan komponen yang dipakai pada rangkaian generator turbin uap K-2, dikembangkan secara independen oleh para produsen di dalam negeri.

Secara keseluruhan, tim proyek Shanghai Electric sukses mengatasi 71 kendala, termasuk tantangan teknis dan pengetesan. Dalam prosesnya, tim mampu mengembangkan dua material litbang, lima teknologi pengelasan, empat teknologi inspeksi, dan tujuh inovasi teknologi lainnya, serta meraih 10 paten penemuan di sektor manufaktur. Pada Mei 2018, 33 bulan setelah proyek berjalan, reaktor internal K-2 berhasil dikirimkan dari Shanghai No. 1 Machine Tool Works Co., Ltd. milik Shanghai Electric. Pada Juli 2018, rangkaian generator tenaga listrik 1.100 MW, dikembangkan secara independen oleh Shanghai Electric dan telah terdaftar sebagai hak kekayaan intelektual perusahaan, dikirim ke Pakistan. Beberapa bulan setelahnya, pada September, silinder dan rotor pada turbin uap K-2 telah selesai dibuat. Dengan demikian, proyek tersebut menjadi pembangkit tenaga nuklir pertama yang digarap Tiongkok di luar negeri dengan kapasitas 1.000 MW.

Selama tahap uji coba dan instalasi, tim Shanghai Electric harus mengatasi pandemi global dan menjamin penyelesaian proyek K-2. Demi membangun Hualong One yang pertama di luar negeri, Shanghai Electric mendirikan pusat layanan lapangan perdananya di luar negeri untuk proyek K-2 pada 9 Januari 2019. Langkah ini mengulangi model layanan serupa di dalam negeri ketika Shanghai Electric menggarap proyek pembangkit listrik tenaga nuklir di Tiongkok. Berkat upaya-upaya tersebut, K-2 berhasil tersambung ke jaringan listrik, serta menghasilkan penghematan biaya dan tenaga listrik yang andal bagi Pakistan.

 

Related stocks: HongKong:2727 OTC:SIELY Shanghai:601727

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_releases_right_column_video_module_shtml

Berita Video Terpilih

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_footer_shtml
Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami