omniture
from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_header_shtml
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring
en_US zh_TW zh_CN id_ID ko_KR ms_MY th_TH vi_VN

Dengan Menggelar PMHMETD, BRI Membangun Ekosistem Ultra-Mikro Terbesar di Indonesia

2021-09-17 10:22

JAKARTA, Indonesia, 17 September 2021 /PRNewswire/ -- Pada 31 Agustus 2021, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (IDX:BBRI) telah menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) dengan target transaksi hingga Rp 96 triliun. Dana yang diperoleh dari PMHMETD akan digunakan untuk membentuk sebuah induk usaha yang bergerak di segmen ultra-mikro. BRI akan memiliki 99,99% saham yang diterbitkan dan modal yang disetor PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Left to right: PNM President Director Arief Mulyadi, PT Pegadaian President Director Kuswiyoto, Minister of State-Owned Enterprises of The Republic of Indonesia Erick Thohir, BRI President Director Sunarso, and BRI Deputy President Director Catur Budi Harto
Left to right: PNM President Director Arief Mulyadi, PT Pegadaian President Director Kuswiyoto, Minister of State-Owned Enterprises of The Republic of Indonesia Erick Thohir, BRI President Director Sunarso, and BRI Deputy President Director Catur Budi Harto

Melalui PMHMETD, BRI menawarkan saham Seri B dengan jumlah maksimum sebanyak 28,2 miliar lembar saham. Masa perdagangan saham berlangsung dari 13-22 September. Selama periode ini, Pemegang Saham yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti PMHMETD. Saham-saham yang dibeli lewat PMHMETD akan dibagikan dan/atau disediakan untuk para Pemegang Saham yang memenuhi persyaratan dari 15-24 September.

Direktur Utama BRI Sunarso berkata bahwa sekitar Rp 54,7 triliun dari perolehan PMHMETD akan digunakan dalam Penggabungan Usaha Ultra-Mikro. Dalam transaksi ini, Pemerintah Republik Indonesia akan melakukan transaksi pengalihan saham (inbreng) atas kepemilikan saham Pegadaian dan PNM sebagai penempatan modal dalam PMHMETD.

Suharso menambahkan bahwa sisa perolehan dana dari PMHMETD, dalam bentuk tunai, akan dipakai sebagai modal kerja BRI untuk mengembangkan ekosistem ultra-mikro serta usaha mikro dan kecil. Penggabungan Usaha Ultra-Mikro diharapkan dapat mempercepat pencapaian visi BRI sebagai "Grup Perbankan dengan Valuasi Tertinggi di Asia Tenggara" dan "Pemimpin Inklusi Keuangan".

Ekosistem Mikro dan Ultra-Mikro yang Berkembang di Indonesia

Ekosistem mikro dan ultra-mikro di Indonesia telah berperan besar mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dan BRI turut berperan aktif mengembangkan kedua sektor ini. Menurut BRI, jumlah usaha ultra-mikro di Indonesia tercatat sebanyak 45 juta pada 2019. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 20 juta usaha ultra-mikro yang telah memperoleh pembiayaan dari sumber-sumber resmi.

"Dengan menyasar ekosistem ultra-mikro, kami ingin memperluas akses lembaga keuangan bagi nasabah ultra-mikro. Langkah ini sejalan dengan visi BRI, yakni terus mengembangkan sektor ultra-mikro dan UMKM di Indonesia. Kami mengajak kalangan investor untuk menangkap peluang ini dan terlibat dalam transformasi besar ekosistem ultra-mikro," kata Sunarso.  

SIARAN PERS INI TIDAK DIRILIS, DITERBITKAN, ATAU DIEDARKAN, BAIK SECARA KESELURUHAN ATAU SEBAGIAN, DI ATAU KE AMERIKA SERIKAT, KANADA, ATAU JEPANG

Related stocks: Jakarta:BBRI OTC:BKRKY

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_releases_right_column_video_module_shtml

Berita Video Terpilih

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_footer_shtml
Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami