PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

The Royal Mint Menjadi yang Pertama Mendapat Status Kepatuhan Syariah untuk Emas

2017-05-11 07:01

CARDIFF, Wales, 11 Mei 2017 /PRNewswire/ --

The Royal Mint telah menjadi perusahaan internasional pertama yang mendapatkan pengakuan Standar Syariah untuk Emas untuk penjualan ritel bullion koin dan batangan emas dan perak. Hal ini menjadikan mereka dapat melayani lebih banyak lagi investor via situs perdagangannya http://www.royalmintbullion.com. Gerakan ini adalah bagian dari strategi organisasi agar dipandang sebagai 'solusi lengkap bullion' - menawarkan berbagai produk bullion yang komprehensif yang cocok untuk berbagai investor.

generated by system

Chris Howard, Direktur Bullion The Royal Mint mengatakan: "Pengenalan Standar Syariah untuk Emas di Dunia Internasional telah memungkinkan Royal Mint dapat mengambil langkah ekspansi selanjutnya untuk 'solusi lengkap bullion' mereka. Status kepatuhan Syariah memungkinkan produk bullion Royal Mint dapat diakses ke investor yang lebih beragam di saat investasi Islami mengalami pertumbuhan yang pesat di Inggris dan dunia."

Produk bullion Royal Mint telah di-endorse oleh organisasi penasihat Syariah Amanie Advisors sebagai produk patuh-Syariah, sesuai peraturan Standar Syariah untuk Emas. Standar ini diberlakukan oleh Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) dan telah dikembangkan melalui kerjasama dengan London-based World Gold Council (WGC).

Untuk mendapatkan endorsement tersebut, The Royal Mint telah melalui pemeriksaan tentang cara mereka memasarkan dan memberi harga pada produk bullion mereka. Pada dasarnya, tidak diperlukan perubahan apapun terhadap rangkaian produk bullion The Royal Mint dalam usaha mereka memperoleh status kepatuhan Syariah, bagaimanapun, yang berlaku dalam produk koin dan batangan emas dan perak Royal Mint, serta Signature Gold™adalah, layanan yang sederhana dan hemat biaya yang memungkinan investor dapat memiliki pecahan dari 400oz (+/- 11,3 kg) emas batangan berdasarkan perhitungan nilai bukannya berat.

"Pertumbuhan investasi Islami secara global dan klarifikasi bahwa emas dan perak dapat dimasukkan ke dalamnya, dapat mendorong investasi emas hingga $20 milyar selama beberapa tahun mendatang. Ini merupakan waktu yang tepat bagi The Royal Mint untuk memainkan perannya dalam menarik investasi Islami ke Inggris, dengan cara mengamankan status kepatuhan Syariah untuk produk-produk bullion mereka" ucap Chris Howard.

Produk bullion emas dan perak dengan status patuh Syariah kini tersedia di situs web perdagangan The Royal Mint http://www.royalmintbullion.com. Situs ini memberi pelanggan kesempatan untuk membeli, menyimpan dan menjual koin dan batangan bullion The Royal Mint dengan cepat dan aman, 24 jam sehari, 365 hari setahun. The Vault™, fasilitas penyimpanan The Royal Mint disambut gembira oleh para investor yang mencari opsi penyimpanan yang sangat aman.

Catatan untuk editor

Dalam meraih status kepatuhan Standar Syariah untuk Emas bagi produk bullion mereka, The Royal Mint telah bekerja sama dengan Badan Pengawas Syariah Amanie Advisors. Standar Syariah untuk Emas diberlakukan oleh Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) dan dikembangkan dalam kerjasama dengan World Gold Council (WGC) yang berbasis di London. Standar Syariah untuk emas menetapkan garis besar pemasaran emas dan perak dalam transaksi keuangan dan investasi untuk lembaga dan investor keuangan Islami.

Amanie Advisors merupakan firma penasihat Syariah terkemuka dalam solusi keuangan Islami yang meliputi beragam layanan termasuk konsultasi dan penasihat Syariah, pelatihan dan litbang untuk klien institusional dan korporat yang berfokus pada layanan keuangan Islami.

Gambar The Royal Mint dan produk-produknya tersedia bila diminta. The Royal Mint memegang kepemilikan copyright © terhadap semua gambar. Gambar-gambar ini hanya dapat digunakan untuk tujuan editorial saja dan tidak dapat diperjual belikan atau digunakan untuk tujuan pemasaran lainnya tanpa ijin dari The Royal Mint.

Berita Video Terpilih

Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami