omniture
from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_header_shtml
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Brightcove Terbitkan Kajian tentang "Over-the-Top (OTT) TV" dengan Sejumlah Temuan tentang Pilihan Penggunaan, Pembayaran, dan Periklanan di Indonesia

2019-07-04 12:31
-80% responden Indonesia terbuka untuk berlangganan layanan video on-demand yang didanai iklan dengan harga yang lebih murah

JAKARTA, Indonesia, 4 Juli 2019 /PRNewswire/ -- Brightcove Inc. (NASDAQ: BCOV), penyedia layanan cloud untuk video yang terkemuka di dunia, hari ini menerbitkan kajian pasar tahunannya tentang OTT TV di Asia, The 2019 Asia OTT Research Report, dilaksanakan bersama mitra risetnya YouGov, perusahaan global di bidang opini publik dan data.

Kajian ini menghimpun pendapat 9.000 orang di sembilan negara di Asia, termasuk 1.000 konsumen di Indonesia. Survei ini dirancang untuk mengungkapkan berbagai temuan tentang pilihan konsumen dalam layanan OTT, termasuk beberapa jenjang paket langganan (subscription tiers) dan hal-hal yang mendorong mereka untuk berlangganan; berapa biaya yang bersedia dibayarkan konsumen; sikap mereka terhadap periklanan dan paket langganan yang didukung iklan; serta pendapat mereka terhadap pengalaman berbelanja di TV berbentuk post-programming. Laporan survei ini ikut disponsori Evergent, vendor terkemuka untuk solusi manajemen siklus hidup pengguna (user lifecycle management) yang berbasiskan cloud; serta SpotX, platform terdepan di dunia untuk periklanan dan monetisasi video.

Sejumlah temuan penting di Indonesia termasuk:

  • 42% responden berkata bahwa mereka mungkin menerima model campuran (hybrid) dengan paket langganan bulanan yang lebih murah namun juga memuat iklan —tergantung tarifnya, 38% responden menyatakan, mereka akan segera berlangganan, porsi ini mencerminkan ukuran pasar potensial yakni 80% responden yang disurvei memilih opsi tersebut.
  • 54% responden "Lapsed" yang keluar dari paket langganan, berencana untuk kembali mendaftarkan diri untuk layanan OTT di masa datang.
  • Banyak opsi untuk konten menjadi pengaruh utama bagi 44% responden yang berlangganan lebih dari satu layanan OTT, sementara, uji coba gratis dan promosi memengaruhi 38% responden.
  • Berpikir tentang masa depan, 31% responden Indonesia enggan membayar biaya apa pun dan rela menonton iklan sebagai kompensasi untuk mengonsumsi konten, 17% memilih untuk membayar biaya yang lebih rendah dengan iklan yang terbatas, dan 16% menginginkan keleluasaan untuk mengatur iklan dan tarif langganan.
  • Ketika responden ditanyai tentang berapa biaya yang rela dibayarkan untuk layanan OTT, 33% menyebutkan kurang dari USD $1 per bulan, 24% mau membayarkan USD $1-$4 per bulan, dan 18% ingin membayarkan USD $5-$9 per bulan.
  • 22% responden Indonesia menyatakan satu iklan sebagai frekuensi iklan (advertising load) yang dapat diterima setiap jeda iklan (ad break) berlangsung, dan 21% bisa menerima dua iklan setiap jeda.
  • Unduhan luring (offline downloads) (39% responden), menonton tanpa gangguan secara lintasperangkat (33%), serta penggunaan data seluler yang lebih kecil saat streaming (32%) menjadi tiga fitur layanan OTT yang paling diinginkan para responden Indonesia.
  • Saat responden ditanyai tentang sikap mereka untuk membeli produk yang ditayangkan di TV, 69% responden terbuka terhadap ide program berbelanja di TV (shoppable TV).

Greg Armshaw, Head of Media, Brightcove, Asia, berkata, "Pasar televisi di Indonesia berubah drastis dari masa-masa sebelumnya, yakni saat kalangan konsumen hanya bisa memilih untuk menonton konten pada kanal-kanal yang bersiaran gratis (free-to-air) atau membeli satu paket kanal dari operator TV berbayar (pay-TV) lokal. Kini, lebih dari setengah (57%) warga Indonesia pernah mengakses layanan OTT TV. Dan, 44% konsumen berlangganan lebih dari satu layanan OTT karena mereka menginginkan pilihan konten yang lebih banyak. Sebagai salah satu pasar terbesar di Asia, dengan 150 juta pengguna internet, Indonesia menyajikan peluang yang amat besar untuk konten TV berbentuk OTT, khususnya pada perangkat seluler. Di Brightcove, kami memahami pengalaman pengguna yang demikian, sesuai dengan harapan dan kebutuhan kalangan konsumen yang mengutamakan perangkat seluler (mobile-centric consumers). Itu sebabnya kami selalu mendorong upaya untuk menyajikan berbagai pengalaman video streaming yang luar biasa di setiap layar."

Untuk data khusus di wilayah tertentu, silahkan lihat OTT Market Snapshot kami untuk Asia Tenggara. Laporan selengkapnya dapat diunduh di www.brightcove.com/ottasia2019

Tentang YouGov

YouGov ialah grup global di bidang data dan analytics, menawarkan data opini dari panel responden yang amat responsif, serta terdiri atas 6 juta orang di seluruh dunia. YouGov menggabungkan data yang terus diterima dengan keahlian riset mendalam dan pengalaman industri yang luas, sehingga data tersebut menjadi riset sistematis dan platform pemasaran. Memiliki 34 kantor di 22 negara dan berbagai anggota panel di 38 negara, YouGov termasuk ke dalam jajaran 10 besar jaringan riset pasar internasional. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://ap.yougov.com.

Tentang Brightcove

Brightcove Inc. (NASDAQ:BCOV) ialah vendor terkemuka di dunia untuk berbagai solusi cloud yang piawai untuk mengelola, menayangkan, dan memonetisasi pengalaman menonton video di setiap layar. Sebagai pelopor di dunia video daring (online video) sejak perusahaan berdiri pada 2004, teknologi Brightcove yang meraih penghargaan, sejumlah layanan istimewa, ekosistem mitra yang luas, dan skala global yang teruji telah membantu ribuan perusahaan di lebih dari 70 negara dalam mencapai berbagai kinerja bisnis yang lebih baik lewat video. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.brightcove.com.

Tautan terkait:

Related stocks: NASDAQ-NMS:BCOV

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_releases_right_column_video_module_shtml

Berita Video Terpilih

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_footer_shtml
Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami