omniture
from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_header_shtml
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring
en_US id_ID

Huawei menggelar ajang "Asia-Pacific Higher Education Innovation Forum": Transformasi Digital di Sektor Pendidikan Tinggi

2021-06-10 17:47

SINGAPURA, 10 Juni 2021 /PRNewswire/ -- Dengan tema  "Embracing the New Era of Intelligent Education" (Menuju Era Baru Pendidikan Berteknologi Cerdas), Huawei telah menggelar "Asia-Pacific Higher Education Innovation Forum" lewat live streaming. Ajang ini menghadirkan berbagai pakar pendidikan ternama dari UNESCO ICHEI, NUS, Open University, Thammasat University, National University of Malaysia, dan PwC, termasuk 450 direktur informasi, mitra, dan tokoh-tokoh bisnis. Mereka mengulas beragam topik seperti smart campus, pendidikan daring, smart clasroom, serta tren-tren TIK di sektor pendidikan. Mereka juga membahas berbagai tantangan dan peluang informatisasi di sektor pendidikan pada era pascapandemi.

Huawei Smart Education Solutions Overview
Huawei Smart Education Solutions Overview

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai universitas di Asia Pasifik telah berkembang pesat. Peringkat global mereka juga terus meningkat. Sementara, aplikasi TIK semakin berperan penting dalam aspek pengajaran dan pengelolaan universitas. Pada sesi pembukaan ajang ini, Nicholas Ma, President, Huawei Asia Pacific Enterprise Business Group, membagikan pandangan Huawei tentang perkembangan TIK dalam pendidikan tinggi di Asia Pasifik, serta visi Huawei tentang pendidikan tinggi yang didukung teknologi cerdas pada masa depan. Huawei telah memasok berbagai solusi TIK untuk sektor pendidikan kepada lebih dari 300 sekolah tinggi dan universitas di Asia Pasifik. Huawei juga telah merintis program TIK di 224 sekolah dan melatih lebih dari 10.000 pelajar. Huawei pun membina lebih dari 4.300 tenaga profesional TIK di beragam negara, dan selalu melayani berbagai klien di sektor pendidikan, serta mengembangkan bakat-bakat yang lebih bermutu dan inovatif di Asia Pasifik.

Profesor Zhao Jianhua, Senior Specialist, UNESCO ICHEI, berbagi tentang pandangannya tentang tren-tren baru di sektor pendidikan. Menurut Prof. Zhao, sektor pendidikan masa kini tengah dirumuskan lima teknologi digital: AR, personalized hybrid learning, gamification, AI, dan IoT. Lebih lagi, lima aplikasi baru di sektor pendidikan pun segera mengemuka: sistem belajar yang lebih efisien, pemantauan kesehatan mental, pendidikan jarak jauh yang dipersonalisasi, pengolahan data otomatis, dan pendidikan kolaboratif yang dipersonalisasi. Pendidikan daring bahkan telah menjadi terobosan karena menawarkan fleksibilitas, kemudahan, dan personalisasi untuk peserta didik. Apalagi, e-Learning secara bertahap telah menjadi metode pengajaran daring yang populer akibat dampak Covid-19.

Sejumlah kendala yang terjadi di dunia dalam 18 bulan terakhir telah berdampak besar terhadap universitas. Banyak tenaga pengajar dan mahasiswa tidak bisa mendatangi kampus seperti biasanya. Lewat sebuah diskusi panel dalam ajang ini, para panelis memaparkan bagaimana universitas di Asia Pasifik memakai TIK demi mengatasi dampak tersebut. Mereka juga mengulas sederet rencana dan visi tentang model perkuliahan dan manajemen pada masa depan, serta cara mempercepat transformasi digital di universitas. Panelis-panelis yang memaparkan idenya termasuk: Prof. Andrew Zhao (Senior Specialist, ICHEI (UNESCO), Deputy Director, Center for Higher Education Research, Southern University of Science and Technology). Dia menjelaskan langkah ICHEI yang melansir platform internasional bagi tenaga pengajar di lembaga pendidikan tinggi, yakni International Institute for Online Education (IIOE). Salah satu tujuan IIOE adalah meningkatkan keahlian TIK di kalangan dosen untuk beradaptasi dengan transformasi pendidikan digital. Sementara, Prof. Madya Erle Lim (Vice Provost (Teaching Innovation & Quality), National University of Singapore) menjelaskan kiprah teknologi dalam pengembangan sistem (dan sarana pembuat usulan) belajar-mengajar adaptif dan terkomputerisasi. Sistem ini bisa mengevaluasi cara belajar mahasiswa, termasuk cara mereka menguasai keahlian dan kompetensi. Namun, teknologi hanyalah alat bantu, dan elemen manusia lebih penting. Jika dosen tidak menentukan aspek-aspek yang tepat (tingkat kesulitan, unit materi perkuliahan dan keahlian) dalam evaluasi tersebut, sementara, mahasiswa dan dosen juga enggan memanfaatkan fitur-fitur tersebut, sistem terbaik sekalipun tidak akan berguna. Mengenai tantangan utama yang dihadapi universitas dan lembaga pendidikan tinggi, Prof. Madya Jirapon Sunkpho (Wakil Rektor Bidang TI, Thammasat University) mempertegas bahwa mahasiswa harus didukung perangkat dan koneksi Internet yang memadai. Langkah ini menjadi tugas pertama universitas ketika menggagas inovasi dalam pendidikan daring. Ketentuan dan regulasi di beberapa negara masih mempersulit universitas untuk memperoleh beberapa teknologi mutakhir. Tentang topik evaluasi dan ujian, Prof. Ricky (Vice-President (Students and Support), The Open University of Hong Kong) menilai bahwa sistem ujian termasuk perangkat yang telah ketinggalan zaman dalam konteks modern. Meski terkesan memudahkan dosen, sistem ujian mungkin bukan lagi satu-satunya sarana terbaik, sebab banyak modalitas dan sarana yang dapat memanfaatkan informasi data sehingga berpotensi menjadi bentuk evaluasi mahasiswa. Mengenai faktor-faktor keberhasilan dalam transformasi digital di sektor pendidikan tinggi, Joseph Ho (Director, PwC Strategy&), menilai pentingnya sarana yang telah tersedia saat ini dan upaya mengintegrasikan berbagai teknologi dalam interaksi daring. Pihak universitas juga perlu menjaga interaksi mahasiswa agar kegiatan-kegiatan selain perkuliahan dapat terselenggara. Kunci keberhasilan terletak pada komunikasi aktif dan melibatkan mahasiswa. Dalam konteks serupa, Prof. Madya Dr. Nurhizam Safie (Deputy Dean (Networking & Alumni), IST Faculty Universiti Kebangsaan Malaysia), mengemukakan, faktor keberhasilan transformasi digital di sektor pendidikan tinggi adalah menganut pedagogi daring terbaru, menjalankan manajemen perubahan yang efektif, dan mengelola transisi menuju pendidikan daring.

Saat ini, banyak universitas menemui kendala-kendala serupa, seperti keterbatasan interaksi antara dosen-mahasiswa-ruang kuliah, kurang memadainya sarana untuk berbagi bahan kuliah, sulitnya pengelolaan akibat layanan kampus yang terpisah-pisah, pemborosan sumber daya energi, dan rendahnya efisiensi dalam pengambilan keputusan. Untuk itu, pengelola administrasi pendidikan dan dosen harus mengatasi sejumlah kendala tersebut. Di ajang ini, Shi Ri, Huawei APAC, melansir Huawei Smart Campus Solution dan Smart Classroom Solution yang didesain untuk pendidikan tinggi. Huawei berkolaborasi dengan mitra-mitra terdepan di industri dan mengandalkan platform cloud guna menyediakan solusi E2E smart education yang meliputi berbagai perangkat berteknologi cerdas (smart device), jaringan terkonvergensi, serta aplikasi perkuliahan dan manajemen bagi pihak universitas. Berkat inovasi teknologi, Huawei mampu menerapkan moda belajar campuran OMO yang berorientasi pada mahasiswa. Huawei pun terus mengoptimalkan lingkungan perkuliahan, efisiensi perkuliahan, mutu perkuliahan, dan efisiensi pengelolaan kampus.

Terakhir, Dr. Teo Tee Hui, Vice President, The Institution of Engineers, Singapura, dan Dosen Senior Singapore University of Technology and Design (SUTD), memaparkan proyek kerja sama antara SUTD dan HUAWEI CLOUD. Secara khusus, dia menjelaskan Smart Hybrid Learning Solution yang mencakup sejumlah modul seperti sistem manajemen perkuliahan berbasis cloud, smart hybrid lesson, ujian daring (online exam), pengawas ujian berbasis kecerdasan buatan (AI proctoring), laboratorium komputer virtual, dan VDI. SUTD juga memanfaatkan Huawei IdeaHub untuk menerapkan perkuliahan interaktif dalam format daring dan luring.

Pendidikan tinggi menjadi sarana bagi sebuah negara untuk membina SDM, mengindustrialisasi pencapaian riset, dan mengubah perekonomian. Sebagai penyedia solusi TIK terkemuka dunia, Huawei selalu berinovasi dan menghadirkan beragam produk dan solusi yang ringkas, aman, terbuka, serta berteknologi cerdas di Asia Pasifik, bahkan seluruh dunia. Dengan demikian, sederet produk dan solusi ini memfasilitasi transformasi digital dalam kegiatan perkuliahan dan pendidikan.

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_releases_right_column_video_module_shtml

Berita Video Terpilih

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_footer_shtml
Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami