omniture
from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_header_shtml
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring
en_US id_ID ja ko_KR ms_MY th_TH vi_VN

Huawei dan Mitra Eksplorasi Cara Teknologi Mewujudkan Masa Depan yang Lestari di Ajang HUAWEI CONNECT 2022 Bangkok

2022-09-26 13:55

BANGKOK, 26 September 2022 /PRNewswire/ -- Pada hari pertama di ajang HUAWEI CONNECT 2022, kemarin, Huawei, mitra-mitranya, dan perwakilan lembaga publik serta swasta, menggelar sebuah sesi yang mengeksplorasi peran penting teknologi dalam membangun dunia yang lestari dan inklusif, seperti yang dicita-citakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDG), dilengkapi sejumlah studi kasus dan analisis di Asia Pasifik. 

Sebagai salah satu wilayah dengan penduduk terbanyak dan majemuk, Asia Pasifik segera menjadi perekonomian yang berkembang paling pesat di dunia. Bahkan, pandemi Covid-19 mempercepat transformasi digital di Asia Pasifik lebih kencang dari laju rata-rata dunia.

"Semakin banyak pemerintah dan organisasi mulai menyadari peran besar teknologi dalam mempercepat pencapaian target SDG," ujar Jeffrey Zhou, President, Marketing, Huawei ICT." "Dengan visi dan misi Huawei, kami melansir inisiatif inklusi digital TECH4ALL pada 2019, serta melibatkan program dan proyek yang dijalankan mitra global di beragam negara."

Setelah paparan Zhou, Richard Mahony, Global VP, Informa Tech, berbagi tentang metode konvensional yang tidak mampu menjaga aspek keberlanjutan, dan solusi berbasiskan teknologi kini dibutuhkan sebagai akselerator.

Pembicara dari UNESCO lalu memaparkan target 17 SDG, dan pendekatan untuk mencapainya dengan target 2030. "Meski pencapaian agenda SGD bergantung pada sikap pemerintah, faktanya, SGD tak akan terealisasi tanpa keterlibatan sektor swasta," ujar Mohamad Djelid, Director, UNESCO Office di Jakarta, Indonesia. "Kita semua berperan mencapai Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang ambisius sekaligus penting ini pada 2030."

Inklusi digital merupakan topik penting yang diulas dalam sesi ini. Meski kesenjangan digital secara bertahap menurun, ITU baru saja melaporkan, 2,7 miliar orang di dunia masih belum terhubung dengan internet. Akibat keterbatasan konektivitas jaringan, keahlian digital, perangkat terjangkau, atau kombinasi dari kedua faktor ini, masih banyak orang yang belum dapat menjangkau sarana digital yang diperlukan dalam dunia yang semakin digital. "Semua orang harus bisa terkoneksi dengan internet," kata Atsuko Okuda, Director, ITU Regional Office, Asia dan Pasifik. "Perkembangan teknologi digital dan TIK dapat mempercepat pencapaian SDG."

David Lu, President, Asia Pacific Strategy & Marketing Department, Huawei, memaparkan perkembangan terkini dan peran TIK dalam proyek TECH4ALL di seluruh dunia, khususnya di Asia Pasifik, termasuk "Digital Bus" di Thailand yang menghadirkan konektivitas dan keahlian digital bagi anak-anak di pedesaan; program "Digital Village" di Indonesia yang menyediakan konektivitas terjangkau bagi masyarakat pedesaan lewat solusi RuralStar; serta, peluncuran layanan kesehatan jarak jauh yang didukung 5G bagi lansia di Thailand. Menurut Lu, lewat kolaborasi yang terjalin antara perusahaan teknologi dan organisasi global, Asia Pasifik memiliki masa depan yang cerah dan berkelanjutan, serta melibatkan semua orang dalam dunia digital.

Topik lain dari sesi ini adalah peran teknologi dalam meningkatkan pelestarian alam. Shawn Tan, Vice President, Sunsewap, penyedia solusi energi hijau yang terkemuka, berbagi tentang ekspektasi perusahaan Singapura untuk menyingkirkan 4.000 ton CO2 per tahun dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung yang inovatif. Solusi ini, memakai solusi PV pintar Huawei, dibangun di lepas pantai Singapura.

Melanjutkan tema pelestarian alam, Sarawak Forestry Corporation asal Malaysia merintis proyek uji coba pertama bersama TECH4ALL Huawei, berkolaborasi dengan Sarawak Multimedia Authority, Forest Department Sarawak, dan Rainforest Connection. Proyek ini ingin melestarikan salah satu hutan hujan tertua di dunia yang berusia 140 tahun, hutan hujan Sarawak.

Huawei menggarap lebih dari 45 proyek TECH4ALL bersama lebih dari 40 mitra global. Proyek ini berfokus pada pendidikan yang setara dan bermutu, pelestarian alam dengan teknologi, layanan kesehatan yang inklusif, serta pencapaian pembangunan yang seimbang.

Informasi lebih lanjut tentang proyek Huawei TECH4ALL:

https://www.huawei.com/en/tech4all/

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_releases_right_column_video_module_shtml

Berita Video Terpilih

from common-pcom:html:key:id_segment_includes_overall_segment_footer_shtml
Pencarian
  1. Produk & Layanan
  2. Cari Rilis Berita
  3. Pusat Informasi
  4. bagi Jurnalis & Media
  5. Hubungi Kami